PBSI Ikhlas Hafiz/Gloria Gagal ke Kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020

Mercy Raya - Sport
Jumat, 28 Mei 2021 22:15 WIB
Ganda campuran Indonesia, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja tumbang di babak pertama Indonesia Masters 2020. Mereka kalah dari pasangan China.
Hafiz Faizal/ Gloria Emanuelle Widjaja gagal ke kualifikasi Olimpiade 2020. (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

PP PBSI membeberkan alasan tak melakukan peninjauan kembali terkait status Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja di kualifikasi Olimpiade 2020 Tokyo. Apa alasannya?

Indonesia dipastikan hanya mengirim tujuh wakil di Olimpiade 2020 Tokyo, tanpa Hafiz/Gloria. Hal itu setelah Badminton World Federation (BWF) memastikan tidak ada perubahan jendela kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020. Baik itu penambahan, pengurangan maupun penyesuaian jumlah turnamen.

Dengan keputusan ini, tidak ada lagi turnamen tersisa untuk pengumpulan poin usai batalnya ajang Malaysia dan Singapura Open karena pandemi COVID-19. BWF juga mengonfirmasi akan segera mengirimkan undangan kepada atlet-atlet yang lolos kualifikasi. Imbasnya, Hafiz/Gloria yang kini berada di peringkat sembilan sudah dipastikan tak lolos kualifikasi.

PP PBSI melalui pelatih ganda campuran, Richard Mainaky, sejatinya ingin pengurus bersama Badminton Asia Confederation (BAC) bisa memperjuangkan karena pebulutangkisnya dirugikan setelah BWF memasukkan Kejuaraan Eropa sebagai perhitungan Olimpiade. Apalagi setelah turnamen kualifikasi Olimpiade yang tersisa sudah dibatalkan imbas wabah COVID-19. Tapi rupanya hal itu tak dilakukan.

"Tadinya kami memang mau berkirim surat peninjauan kembali karena beberapa turnamen penting dibatalkan. Tetapi setelah berkonsultasi dengan Rudy (Bambang Roedyanto, Kabid Hubungan Luar Negeri), ia tidak merekomendasikan," kata Rionny Mainaky, Kabidbinpres PP PBSI dalam keterangan rilisnya.

"Karena waktu sudah terlalu mepet dengan pelaksanaan Olimpiade dan akan sulit untuk misalnya menambah turnamen atau membatalkan salah satu turnamen untuk Eropa," ujarnya.

"Rudy juga bilang ini bukan salah BWF atau BAC, ini murni memang karena situasi dan kondisi pandemi COVID-19 yang membuat semua menjadi serba tidak menentu. Jadi saya kira, kita semua harus terima dengan keputusan ini," lanjutnya.

Tidak ingin terlalu larut dengan polemik kualifikasi, Rionny saat ini langsung bersiap menjalankan program-program yang dirancang PP PBSI jelang Olimpiade.

"Saya tidak mau berlarut-larut dengan ini. Saya fokus ke tujuh wakil yang akan berangkat ke Olimpiade saja. Untuk ganda campuran saya sudah bicara dengan Richard (Mainaky) untuk segera memulai persiapan fokus ke Praveen/Melati," dia menjelaskan.

"Untuk Hafiz/Gloria memang belum rezeki mereka, semoga mereka tetap semangat berlatih karena masih ada turnamen-turnamen lain setelah Olimpiade," ungkap Rionny.

Sementara itu, Hafiz/Gloria berbesar hati menerima kabar ini.

"Saya legawa dan berbesar hati menerima keputusan ini. Saya sudah ikhlas karena mungkin memang belum rezekinya main di Olimpiade Tokyo. Ke depan saya akan terus semangat berlatih," kata Gloria.

(mcy/aff)