Penghormatan Terakhir Tontowi Ahmad untuk Markis Kido

Muhammad Robbani - Sport
Selasa, 15 Jun 2021 17:20 WIB
Markis Kido of Indonesia celebrates with his partner Hendra Setiawan (not in picture) after beating Lee Yong-Dae and Chung Jae-Sung of South Korea during their mens doubles badminton semifinals at the 16th Asian Games in Guangzhou on November 19, 2010. Kido and Setiawan won 21-15, 13-21, 21-18. AFP PHOTO / LIU JIN (Photo by LIU JIN / AFP)
Penghormatan terakhir untuk Markis Kido dari Tontowi Ahmad. (Foto: AFP/LIU JIN)
Jakarta -

Tontowi Ahmad menghadiri pemakaman Markis Kido di TPU Kebon Nanas, Jakarta Timur, Selasa (15/6/2021). Ia memberikan penghormatan terakhir buat Markis Kido.

Tontowi yang semasa aktifnya berpasangan dengan Liliyana Natsir di sektor ganda campuran mengaku kehilangan sosok Markis Kido. Disebutnya, Markis Kido adalah sosok humoris.

Meski tak pernah main bareng, Tontowi dan Markis Kido sama-sama pernah bersama di Pelatnas. Owi, sapaan akrabnya, punya banyak kenangan dengan Markis Kido.

"Saya memanggilnya Bang Uda, karena biasanya memang panggilannya uda. Sejujurnya saya dekat sekali dengan Bang Uda kan, dia orangnya baik, lucu, terus sama yang muda juga ngemong," kata Owi di TPU Kebon Nanas.

"Ya mungkin yang dirindukan itu bercandaan dia, ceng-cengan, dia kan senior tapi masih suka ceng-cengan di asrama. Semua itu berarti lah," ujarnya.

Baik Markis Kido dan Owi sama-sama pernah membanggakan Indonesia dengan mempersembahkan medali emas. Markis Kido yang berpasangan dengan Hendra Setiawan menjadi yang terbaik di sektor ganda putra di Olimpiade 2008.

Sementara Owi yang lebih muda, berhasil mengulang keberhasilan Markis Kido di sektor ganda campuran. Owi/Butet meraih medali emas delapan tahun berselang, tepatnya di Olimpiade 2016.

Tantowi Ahmad atau yang lebih dikenal dengan sapaan Owi sukses mengantongi titel juara Prancis Terbuka 2017. Ingin tahu lebih dekat dengan ayah satu anak ini?Tantowi Ahmad memberi penghormatan terakhir untuk Markis Kido. (Foto: Hasan Alhabshy)

Diungkapkan Owi, ada peran Markis Kido yang membuatnya termotivasi untuk meraih medali emas Olimpiade. Motivasi dari sang senior membuat Owi bertekad untuk mengulang hal serupa.

"Sering dapat masukan, ya dia kasih masukan. 'Semangat lu Wi, latihan nanti kalau dapat juara, Olympian, nanti bisa lebih jadi kebanggaan Indonesia'. Ada banyak dia kasih pesan ke saya," ucapnya pebulutangkis yang telah pensiun itu mengenang.

"Saya pribadi mengucapkan bela sungkawa sedalam-dalamnya kepada senior panutan saya, salah satu juara olimpiade, dan mudah-mudahan amal ibadah Bang Uda di terima di sisi Allah SWT," kata dia lagi.

(cas/ran)