Antusiasme Pebulutangkis Malaysia Tampil di Olimpiade Ketiganya

Mercy Raya - Sport
Jumat, 25 Jun 2021 17:30 WIB
Chan Peng Soon/Goh Liu Ying
Goh Liu Ying antusias menyambut Olimpiade Tokyo 2020. (Foto: detikcom/Putra Rusdi)
Jakarta -

Pebulutangkis Malaysia Goh Liu Ying antusias menyambut Olimpiade ketiganya. Ia merasa terberkati sebab bermain di multievent terbesar secara beruntun.

Sejak bulutangkis dipertandingkan di Olimpiade pada 1992, Malaysia tercatat sudah meloloskan delapan atlet bulutangkis wanita. Chan Chia Fong ialah pebulutangkis tunggal pertama. Dia tampil di Olimpiade Atlanta pada 1996.

Kemudian delapan tahun berikutnya muncul ganda Pei Tty Wong dan Eei Hui Chin yang berkompetisi pada Olimpiade 2004. Wong dan Chin tampil kembali di Beijing 2008 dan menjadi wanita Malaysia pertama bertanding di Olimpiade berturut-turut.

Sementara itu, Goh memulai debutnya di Olimpiade London 2012. Mereka gagal setelah menelan tiga kali kekalahan dalam format round robin.

Setelah itu, ia membuat kejutan pada empat tahun berikutnya. Berpasangan dengan Chang Peng Soon, ia meraih medali perak usai dikalahkan pasangan Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir di partai final dengan skor 14-21, 12-21. Keberhasilannya menyamai prestasi Wong dan Chin.

Goh akan kembali tampil di Olimpiade 2020. Itu setelah ia masuk top 8 race to-Tokyo. Ia menjadi satu-satunya wanita Malaysia yang tampil di tiga Olimpiade secara berturut-turut.

Atlet berusia 32 tahun ini mengatakan bangga bisa lolos ke Olimpiade Tokyo. "Saya sangat bangga menuju ke Tokyo untuk Olimpiade ketiga saya," kata Goh dalam wawancaranya dengan Star seperti dikutip BWF.

"Saya merasa diberkati dan senang bisa bermain di level tertinggi selama ini. Saya telah melalui banyak rintangan, terutama beberapa cedera besar. Jadi, yang pertama di Olimpiade ini tentu sangat berarti," dia mengungkapkan.

Pada 2012, Goh dan rekannya Chan Peng Soon menjadi pasangan campuran Malaysia pertama yang lolos ke Olimpiade.

Empat tahun kemudian di Brasil, dalam meraih medali perak, mereka menjadi pasangan campuran Malaysia pertama yang mencapai final dan naik podium. Goh tetap menjadi satu-satunya peraih medali wanita di negaranya.

"Dalam perspektif bulu tangkis Malaysia, ini menunjukkan bahwa olahraga tidak hanya ditentukan oleh pria tetapi juga wanita, yang semakin kuat dan lebih baik," kata Goh.

"Saya berharap lebih banyak atlet putri muda akan termotivasi untuk menjadi hebat tidak hanya di bulu tangkis, tetapi juga dalam olahraga apa pun yang mereka kejar," dia mengharapkan.

Pada Olimpiade mendatang, Goh didapuk sebagai pembawa bendera Malaysia di Tokyo. Bersama Chan ia menempati unggulan ketujuh.

(mcy/cas)