Kevin Sanjaya Ungkap Lawan Terberat di Olimpiade

Mercy Raya - Sport
Selasa, 29 Jun 2021 19:35 WIB
Marcus Fernaldi Gideon, left, and Kevin Sanjaya Sukamuljo of Indonesiaand wave from the podium after loosing to Yuta Watanabe and Hiroyuki Endo of Japan in the Mens Doubles final match at the All England Open Badminton tournament in Birmingham, England, Sunday, March 15, 2020. The Japanese team won 2-1. (AP Photo/Rui Vieira)
Kevin Sanjaya Sukamuljo mengungkap lawan terberat di Olimpiade Tokyo. (Foto: AP Photo/Rui Vieira)
Jakarta -

Kevin Sanjaya Sukamuljo akan menjalani debutnya di Olimpiade Tokyo 2020. Dia mengungkap lawan terberat di pesta olahraga sejagat itu.

Bersama Marcus Fernaldi Gideon, Kevin menempati peringkat pertama race to Tokyo pada 23 Juli-8 Agustus mendatang. Mereka akan didampingi seniornya, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan yang juga lolos usai berada di ranking dua kualifikasi.

Bagi keduanya, tampil di multievent terbesar empat tahunan adalah kesempatan besar. Tapi mereka juga tak ingin terlalu menggebu-gebu agar tidak berbalik menjadi bumerang.

Hal itu lah yang dilakukan Kevin hingga menjelang bertanding di Olimpiade nanti. "Ini Olimpiade pertama saya, jadi ya dinikmati saja, dijalani saja, yang penting berusaha. Lawan terberat kan mengalahkan diri sendiri dan saya tidak mau menyesal. Saya mau memberikan yang terbaik di setiap kesempatan," kata Kevin dalam keterangan tertulisnya Selasa (29/6/2021).

Sejauh ini, persiapan keduanya terus dimatangkan menuju Olimpiade, terutama soal fokus. "Masih harus ada peningkatan ke fokus dan lebih siap ke semua sisinya," ujar Kevin lagi.

Menyoal persaingan di Olimpiade Tokyo, Kevin mengatakan bahwa semua lawan mereka nanti berat, apalagi dengan kondisi seperti sekarang.

"Peta kekuatan sekarang kami tidak tahu. Kami sudah lama tidak pertandingan, kami juga tidak tahu lawan berkembang seperti apa. Jadi sebenarnya semua 50:50, sama-sama tidak tahu kekuatan masing-masing," Kevin menngungkapkan.

Hal senada diungkapkan Marcus. Menurutnya, persaingan saat ini cukup ramai dan diprediksi bakal ketat. "Semua lawan sama ya, merata, bakal ramai. Olimpiade juga tekanannya berat," kata Marcus.

"Selain itu, ada situasi pandemi COVID-19 seperti ini kan jadinya banyak mengganggu pikiran, turnamennya besar dan kami harus menjaga biar tidak kena. Kami juga tidak tahu kena atau enggaknya. Ya harus banyak berdoa biar dikasih keberuntungan," lanjutnya.

Olimpiade Tokyo 2020dihelat pada 23 Juli hingga 8 Agustus mendatang. Tim bulutangkis Indonesia akan bertolak lebih awal ke Jepang untuk proses aklimatisasi, tepatnya pada tanggal 8-18 Juli di Prefektur Kumamoto.



Simak Video "Sekelompok Kecil Aksi Protes Olimpiade Tokyo 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/cas)