Tampil di Olimpiade, Pebulutangkis Pakistan Ini Ukir Sejarah

Mercy Raya - Sport
Jumat, 02 Jul 2021 15:40 WIB
GOLD COAST, AUSTRALIA - APRIL 05:  Mahoor Shahzad of Pakistan plays a shot as she competes against Kirsty Gilmour of Scotland during the Badminton Mixed Team Group Play Stage - Group A on day one of the Gold Coast 2018 Commonwealth Games at Carrara Sports and Leisure Centre on April 5, 2018 on the Gold Coast, Australia.  (Photo by Scott Barbour/Getty Images)
Tampil di Olimpiade, Pebulutangkis Pakistan Ini Ukir Sejarah (Getty Images)
Jakarta -

Pakistan untuk kali pertama mengirimkan pebulutangkisnya ke Olimpiade Tokyo 2020. Ialah Mahoor Shahzad yang mendapat kesempatan itu.

Pebulutangkis berusia 24 tahun itu mendapatkan kesempatan melalui jalur Tripartit di sektor tunggal putri. Dia akan bersaing dengan pebulutangkis putri lainnya, termasuk tunggal Indonesia Gregoria Mariska Tunjung, untuk merebut medali di Olimpiade.

"Menjadi pemain bulutangkis Pakistan pertama yang lolos ke Olimpiade adalah momen membanggakan. Tidak hanya bagi saya dan keluarga, tetapi bagi seluruh bangsa. Sejak awal karir, saya memimpikan bisa bermain di Olimpiade untuk mewakili negara. Sekarang mimpi itu menjadi kenyataan tentu saya merasa sangat berhasil," kata Shahzad dalam laman BWF.

Shahzad memiliki beberapa hasil yang baik dalam periode kualifikasi sebelum terjadinya pandemi COVID-19. Ia mencapai semifinal di Kejuaraan Internasional Bulgaria dan memenangkan seri internasional Pakistan.

Namun, capaian itu belumlah cukup. Mahoor Shahzad masih perlu memperbaiki kelemahan dan memoles kekuatannya agar bisa tampil maksimal di multievent yang akan dihelat 23 Juli-8 Agustus mendatang.

"Setiap hari saya berlatih enam sampai tujuh jam, termasuk meningkatkan kebugaran. Saya juga memperkuat latihan lapangan dan mental untuk menghadapi tekanan di Olimpiade," ujarnya.

Pemain peringkat 146 dunia itu pun berharap keikutsertaannya ke Tokyo dapat meningkatkan perkembangan olahraga di negaranya. "Kualifikasi saya pasti akan memotivasi pemain lain untuk bekerja keras dalam mencapai tujuan mereka. Ini juga akan membawa kesadaran tentang olahraga ini (bulutangkis) di kalangan masyarakat Pakistan," ujarnya.

"Selain itu, bulutangkis akan mendorong pemerintah kami untuk memberikan lebih banyak fasilitas kepada pemain berbakat yang memiliki potensi untuk tampil di level tertinggi," dia menambahkan.

Penerima Beasiswa dari BWF

Tak hanya mencetak sejarah baru bagi Pakistan di Olimpiade, Shahzad juga merupakan pemerima beasiswa yang diselenggarakan oleh BWF bekerja sama dengan World Academy of Sport untuk mendapatkan sertifikat pascasarjana manajemen olahraga internasional.

Pemain berusia 24 tahun itu merupakan salah satu dari 11 kandidat yang terpilih dari 70 pelamar dan memulai program sejak Februari 2021.

"Saya merasa terhormat mendapat beasiswa yang didanai penuh oleh BWF. Ini merupakan hal yang bagus untuk akademisi saya karena dapat mempelajari berbagai aspek manajemen waktu yang membantu dalam merancang rutinitas harian yang efektif," kata Shahzad.

"Enam bulan terakhir menjadi pengalaman yang mengubah hidup saya. Bisa dibilang periode terbaik dalam hidup saya karena dapat meraih beberapa hasil bagus di bulutangkis yang merupakan impian saya. Saya selalu ingin melakukan sesuatu yang unik dalam olahraga ini dan saya dapat dengan bangga mengatakan bahwa saya telah melakukannya dengan lolos ke Olimpiade Tokyo dan diberikan beasiswa penuh."

Simak juga 'Konsumsi-Jualan Minuman Beralkohol di Venue Olimpiade Tokyo Dilarang!':

[Gambas:Video 20detik]



(mcy/aff)