Olimpiade Tokyo di Depan Mata, 2 Hal Ini Jadi Fokus Gregoria Mariska

Mercy Raya - Sport
Minggu, 04 Jul 2021 14:00 WIB
Gregoria Mariska
Pebulutangkis Indonesia Gregoria Mariska Tunjung. Foto: (dok PBSI)
Jakarta -

Pebulutangkis Indonesia Gregoria Mariska Tunjung masih fokus menjalani latihan peningkatan fisik dan mental jelang Olimpiade Tokyo yang akan dimulai 19 hari lagi.

Hal itu diungkapkan Gregoria menyoal kesiapannua menuju ajang multievent terbesar empat tahunan tersebut. Gregoria merupakan satu-satunya wakil Indonesia di sektor bulutangkis tunggal putri. Ia dinyatakan lolos kualifikasi Olimpiae setelah menempati peringkat 15 race to Tokyo.

"Pelatih memberikan saya latihan ekstra selama persiapan dua pekan terakhir ini. Seperti penambahan latihan besi dan peningkatan fisik, juga termasuk latihan di dalam lapangannya. Intens banget programnya," kata Gregoria dalam keterangan tertulisnya.

Selain masalah teknis, pemain berperingkat 23 dunia ini juga mendapat pendampingan dari psikolog guna mengasah mentalnya jelang pertandingan.

Diketahui, Gregoria Mariska Tunjung masih diadang masalah yang berulang. Merujuk pada penampilan turnamen-turnamen sebelumnya, Gregoria memang selalu bisa mengimbangi permainan pemain-pemain unggulan. Tapi di poin-poin kritis atau gim penentuan, dia kerap gagal menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan.

Bukan tidak mungkin kondisi akan berulang jika tidak diperbaiki sejak sekarang. Terlebih, pesaing-pesaing di Olimpiade ialah pemain-pemain top teratas. Jika Gregoria tak bisa melewatinya maka akan sulit bersaing.

"Dari 2019 masih begitu-begitu saja masalahnya. Unggul jauh, terkejar lalu kalah. Jadi saya merasa perlu ada orang yang bisa pelan-pelan mengubah mindset itu dan membuat saya kembali percaya diri," ujarnya.

Juara Dunia Junior 2017 ini pun berharap dapat memberikan kemampuan terbaiknya nanti. Ia berjanji akan memaksimalkan kesempatan yang sudah diberikan kepadanya saat tampil di Olimpiade.

"Saya akan mencoba untuk terus menyemangati diri sendiri tanpa memikirkan hasil di Olimpiade nanti. Kadang yang membuat saya tidak bisa mengontrol diri sendiri itu karena terlalu menggebu-gebu, jadi sebisa mungkin motivasi itu dijadikan sesuatu hal yang positif, bukan menjadi merugikan," ujar Gregoria.

"Harapan saya pastinya mau hasil terbaik di Olimpiade nanti. Apalagi saya sudah diberi kesempatan untuk tampil, karena tidak semua atlet punya kesempatan ke sana (Olimpiade). Saya bersyukur dan mau memaksimalkan tanpa banyak berpikir macam-macam. Saya harus lebih tahu apa saja yang akan saya lakukan nanti," harap dia.

Olimpiade Tokyo 2020 dihelat pada 23 Juli-8 Agustus mendatang. Tim bulutangkis Indonesia akan bertolak lebih awal ke Jepang untuk proses aklimatisasi pada 8-18 Juli di Prefektur Kumamoto.

(mcy/krs)