Alasan PBSI Pilih Fajar/Rian Sebagai Sparring Partner untuk Olimpiade

Mercy Raya - Sport
Rabu, 07 Jul 2021 17:12 WIB
Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto melaju ke semifinal Indonesia Masters 2020. Mereka susah payah mengalahkan wakil Denmark.
Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto menjadi sparring partner menuju Olimpiade 2020, PBSI mengungkap alasannya. (Foto: detikcom/Agung Pambudhy)
Jakarta -

PBSI memiliki alasan khusus menunjuk Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto sebagai sparring partner kontingen Olimpiade Tokyo 2020. Padahal, yang paling membutuhkan sektor ganda campuran.

PBSI mengumumkan 25 daftar nama yang akan diboyong ke training camp di Prefektur Kumamoto, Jepang, Kamis (8/7/2021). Jumlah itu terdiri dari 11 atlet Olimpiade, enam pelatih dari lima sektor dan fisik.

Selain itu, mereka juga memboyong tiga ofisial terdiri dari masseur, fisioterapis, dan dokter, satu manager, dan empat atlet sparing. Menariknya, dalam daftar nama atlet sparing, PBSI justru menunjuk Fajar/Rian untuk memenuhi kuota pemain latih tanding sektor ganda putra.

Sisanya, Shesar Hiren Rhustavito di nomor tunggal putra, serta Zachariah Josiahno Sumanti dari sektor ganda campuran. Padahal jika menilik kebutuhan, mix double lebih membutuhkan sparing.

Sebab, ganda campuran hanya meloloskan satu wakil yaitu Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti. Sedangkan ganda putra memiliki dua pasangan yang lolos Olimpiade, yaitu Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.

Merespons hal itu, Kepala bidang Pembinaan Prestasi PBSI, Rionny Mainaky, menjelaskan dasar pemilihannya.

"Kami punya kuota dibatasi hanya empat orang saja. Jadi saya kasih prioritas ke ganda putra. Tapi bukan berarti yang lain tidak penting, cuma kuota kita cuma empat orang jadi agak susah memilih," kata Rionny dalam jumpa pers virtual pada Rabu (7/7/2021).

"Jadi saya prioritaskan ke Koh Herry Iman Pierngadi (pelatih ganda putra). Setelah mereka pilih baru lah saya ke ganda campuran, setelah itu tunggal putra. Jadi kami lihat peluang di semua sektor," ujarnya.

"Menurut saya, jika bawa yang lain kualitasnya masih di bawah Fajar/Rian. Presurenya buat Kevin/Marcus dan Hendra/Ahsan juga pasti akan beda. Makanya, kami pilih bawa sparing yang mendekati permainan dua pasangan Olimpiade ini. Itu alasan saya," kata Herry dalam kesempatan yang sama.Sementara itu, Herry mengatakan pertimbangan ia memilih Fajar/Rian karena pasangan ini yang mampu mengimbangi permainan Kevin/Marcus dan Hendra/Ahsan.

Pelatih yang dijuluki fans badminton Naga Api ini lantas berharap dengan dibawanya Fajar/Rian sebagai pendamping latihan, maka kualitas latihan di Kumamoto tak menurun jauh. "Tiga pasangan ini kan bisa dibilang sekelas. Hampir sama lah dari teknik permainan dan tekanannya," kata Herry.

Tim bulutangkis akan berada di Prefektur Kumamoto selama 10 hari. Setelah itu, mereka akan bergabung dengan kontingen Indonesia untuk masuk wisma atlet Olimpiade Tokyo.



Simak Video "Sekelompok Kecil Aksi Protes Olimpiade Tokyo 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/cas)