Olimpiade 2020: Marcus/Kevin Nilai Persaingan Grup A Merata

Mercy Raya - Sport
Selasa, 13 Jul 2021 11:20 WIB
Marcus Fernaldi Gideon, left, and Kevin Sanjaya Sukamuljo of Indonesiaand wave from the podium after loosing to Yuta Watanabe and Hiroyuki Endo of Japan in the Mens Doubles final match at the All England Open Badminton tournament in Birmingham, England, Sunday, March 15, 2020. The Japanese team won 2-1. (AP Photo/Rui Vieira)
Marcus Fernaldi Gideon menilai persaingan di Grup A Olimpiade 2020 merata. (Foto: AP Photo/Rui Vieira)
Jakarta -

Marcus Fernaldi Gideon menilai semua lawan di fase Grup A Olimpiade Tokyo 2020 berat. Ia punya alasan mengatakan hal tersebut.

Penyelenggaraan Olimpiade akan dimulai pada 23 Juli 2021. Khusus cabang bulutangkis akan dimulai sehari setelahnya sampai 2 Agustus di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo. Siapa-siapa yang akan menjadi lawan pebulutangkis Indonesia di multievent terbesar empat tahunan itu juga sudah diketahui.

Bersama Kevin Sanjaya Sukamuljo, Marcus masuk dalam grup A. Mereka tergabung dengan Lee Yang/Wang Chi-Lin (China Taipei), Ben Lane/Sean Vendy (Inggris Raya), dan Chirag Shetty/Satwiksairaj Rankireddy (India).

Merespons hasil undian tersebut, Marcus memprediksi bakal berjalan ketat. "Ya namanya Olimpiade, kita sudah tidak bisa pilih-pilih lawan. Semua merata kekuatannya, bakal ramai lah," kata Marcus dalam keterangan tertulisnya.

Ganda nomor 1 dunia itu sejatinya tak harus khawatir bila menilik rekor pertemuan dengan calon lawan-lawannya itu. Minions, julukan fans badminton untuk Marcus/Kevin, punya catatan tak pernah kalah dari ketiga pasangan tersebut.

Kevin/Marcus unggul 3-0 atas Lee Yang/Wang Chi-Lin, 8-0 atas Shetty/Rankireddy dan 0-0 atas Lean/Vendy. Akan tetapi, head to head itu juga tidak bisa sepenuhnya menjadi acuan. Apalagi melihat peningkatan-peningkatan yang catatkan lawan-lawannya dalam beberapa bulan terakhir.

Khususnya, Lee Yang/Wang Chi-Lin saat memborong tiga gelar di Asian Leg super 1000 sepanjang Januari lalu. Sedangkan Shetty/Rankireddy tampil sebagai semifinal di Thailand Open dan Swiss Open 2021. Hasil itu menjadi bukti bahwa mereka mampu menunjukkan skill terbaik permainan mereka usai mengalahkan sejumlah 10 pasangan teratas (kecuali Kevin/Marcus).

Sementara itu, Marcus dan Kevin sudah hampir setahun tanpa mengikuti pertandingan. Terakhir kali All England 2021, itu pun mereka dipaksa kalah lebih dini karena pandemi COVID-19. "Semua lawan berat apalagi semua buta kekuatan masing-masing. Kami tidak mau fokus ke satu lawan saja, harus semua diwaspadai," ujarnya.

"Tapi yang penting kami mau menyiapkan diri kami. Kami harus lebih siap, lebih fokus dan bisa mengeluarkan semua kemampuan. Main maksimal dulu."

Selain Marcus dan Kevin, Indonesia juga meloloskan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan di sektor ganda putra. Sedangkan lima wakil lainnya berasal dari sektor tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie, tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung, ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu, serta ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti.

Saat ini, tim bulutangkis Indonesia tengah berlatih di Prefektur Kumamoto, Jepang. Mereka akan berada di Kumamoto selama 10 hari atau 18 Juli mendatang sebelum bergabung ke perkampungan atlet pada keesokan harinya.



Simak Video "Olimpiade Tokyo 2020: Anthony Ginting Lolos ke Fase Gugur"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/cas)