Jalan Terjal Kento Momota Menuju Olimpiade Tokyo 2020

Mercy Raya - Sport
Selasa, 13 Jul 2021 19:05 WIB
BIRMINGHAM, ENGLAND - MARCH 18: Kento Momota of Japan returns a shot during his round of 16 match against Prannoy H. S. during day two of YONEX All England Open Badminton Championships at Utilita Arena Birmingham on March 18, 2021 in Birmingham, England. (Photo by Naomi Baker/Getty Images)
Jalan Terjal Kento Momota Menuju Olimpiade Tokyo 2020 (Getty Images)
Jakarta -

Kento Momota rileks menghadapi Olimpiade pertamanya. Meski sempat diadang jalan terjal dalam persiapannya, tapi Momota percaya diri hadapi pesta olahraga terakbar di dunia Juli ini.

Diketahui, Momota mengawali tahun 2020 dengan sebuah kecelakaan berat usai menjuarai Malaysia Masters. Peristiwa itu pun memaksanya terparkir beberapa bulan untuk melakukan perawatan. Ia bahkan menderita sakit penglihatan dan harus menjalani operasi pada rongga matanya yang retak.

Setelah pulih, tunggal putra Jepang nomor 1 dunia itu comeback ke turnamen bulutangkis. Ia menandainya dengan tampil di Kejuaraan Nasional Jepang dan berhasil menjadi juara pada Desember lalu.

Turnamen itu juga sebagai pemanasannya sebelum tampil di Asian Leg, Thailand, pada Januari 2021. Ajang ini sekaligus sebagai awalan setelah nyaris seluruh turnamen dibatalkan BWF karena pandemi COVID-19.

Tapi lagi-lagi Kento Momota kurang beruntung. Ia dinyatakan positif virus Corona dalam tes PCR yang mereka jalani di Bandara Narita sebelum terbang ke Thailand. Akibatnya, tim bulutangkis membatalkan keikutsertaannya di turnamen super 1000 tersebut.

Momota akhirnya baru bisa tampil di All England Maret 2021. Tapi berakhir dengan kekalahan mengejutkan di perempatfinal lewat laga melawan Lee Zii Jia (Malaysia).

Bagi kebanyakan atlet rintangan-rintangan itu boleh jadi menurunkan motivasi, tapi hal tersebut tak berlaku buat Momota. Pemain berusia 26 tahun itu percaya diri dan merasa pengalaman berat membuatnya jauh lebih kuat dan bugar dalam menghadapi Olimpiade Tokyo 2020 nanti.

"Secara mental, saya cukup berkembang. Saya sudah menghadapi banyak kesulitan dan fakta bahwa saya telah bekerja keras sampai pada titik ini tentu memberi kepercayaan pada diri sendiri bahwa saya mampu bertanding di ajang nanti," kata Momota kepada AFP seperti dikutip BWF.

Diakui Momota, sempat ada kekhawatiran tidak bisa tampil di Olimpiade imbas wabah virus Corona yang belum mereda. Apalagi sebelumnya ia punya pengalaman gagal bertanding di Olimpiade 2016 lantaran mendapat skorsing.

"Saya sempat berpikir bagaimana mungkin saya tidak bermain di Olimpiade, tetapi banyak orang telah bekerja keras. Dan saya mencoba untuk menyingkirkan pikiran itu dan hanya fokus pada apa yang bisa saya kendalikan," tuturnya.

BIRMINGHAM, ENGLAND - MARCH 18: Kento Momota of Japan returns a shot during his round of 16 match against Prannoy H. S. during day two of YONEX All England Open Badminton Championships at Utilita Arena Birmingham on March 18, 2021 in Birmingham, England. (Photo by Naomi Baker/Getty Images)Kento Momota (Getty Images)

Di Olimpiade nanti, Kento Momota akan berada di Grup A bersama Timothy Lam (USA) dan Heo Kwanghee (Korea Selatan). Ia berharap bisa fokus dan memainkan performa terbaiknya pada multiajang olahraga tersebut.

"Saya belum sepenuhnya membaca peta kekuatan dan karakteristik pesaing saya, dan itu berlaku juga untuk mereka. Semua orang berada dalam kapal yang sama, tinggal bagaimana saya fokus memainkan permainan sebaik mungkin."

(mcy/aff)