Gempuran Sporadis Lawan Bikin Hendra/Ahsan Gagal ke Final Olimpiade

Mercy Raya - Sport
Jumat, 30 Jul 2021 21:26 WIB
Taiwans Lee Yang and Wang Chi-Lin play against Indonesias Mohammad Ahsan and Hendra Setiawan during their mens doubles badminton semifinal match at the 2020 Summer Olympics, Friday, July 30, 2021, in Tokyo, Japan. (AP Photo/Dita Alangkara)
Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan kalah di semifinal ganda putra bulutangkis Olimpiade Tokyo 2020. Gempuran sporadis lawan menjadi penyebabnya. (Foto: Dita Alangkara/AP)
Tokyo -

Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan kalah di semifinal ganda putra bulutangkis Olimpiade Tokyo 2020. Gempuran sporadis lawan menjadi penyebabnya.

Hendra/Ahsan, yang tampil sebagai unggulan kedua, dipaksa mengakui kehebatan Lee Yang/Wang Chin-Lin di Musashino Forest Sport Plaza, Jumat (30/7/2021). The Daddies kalah straight game dengan skor 11-21 dan 10-21.

"Terima kasih masyarakat Indonesia untuk dukungannya. Mohon maaf kami terhenti di semifinal. Mohon doanya untuk laga perebutan medali perunggu," kata Hendra dalam keterangan rilisnya.

Hendra menjelaskan, kekalahan kali ini karena penampilan Yang/Chin-Lin yang lebih baik. Pertahanan lawan, kata Hendra, sulit ditembus meskipun mereka sudah mencoba berbagai pola permainan.

"Lawan bagus. Kami sudah menyiapkan strategi dan tak jalan. Kami tertekan sejak awal," kata Hendra.

Ahsan, rekan setim Hendra, meluruskan tekanan yang dimaksud. Tekanan itu bukan soal memenangi medali emas, melainkan tekanan dalam hal sungguhan di lapangan permainan.

Menurutnya, permainan Yang Lee/Chi-lin benar-benar tampil menekan sejak awal. Kekalahan dengan skor yang mencolok di dua game menjadi buktinya.

"Bukan karena pressure (target emas). Secara mental kami siap, tetapi kenyataan di lapangan memang lawan menekan kami dengan pola permainannya," Ahsan menjelaskan.

"Ini masalah teknis di lapangan, kami tertekan di lapangan bukan karena kami diandalkan. Lawan menekan kami banget. Saya rasa ini adalah laga paling sulit dari pertemuan kami sebelumnya. Kami mencoba segala cara, tetapi tak ada celah," katanya.

Selanjutnya, Hendra/Ahsan akan menghadapi wakil Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi-Yik dalam perebutan medali perunggu, Sabtu (31/7). Meski sempat menang di fase grup Olimpiade, pelatih Herry Iman Piengardi meminta jangan terbuai.

"Bertemu pasangan Malaysia, belum tentu bisa menang. Atmosfernya berbeda, karena sudah perebutan medali perunggu. Yang sudah terjadi, biarlah lewat. Semoga malam ini, Hendra/Ahsan bisa kembali tenang dan semangat sehinga mereka bisa menjaga pikiran dan fokus untuk mendapat medali perunggu. Motivasi ini yang harus dipertajam," kata Herry.

"Sebagai pelatih, saya juga harus mengoreksi, mencari kelemahan lawan dan mencari cara untuk mengatasi mereka," jelasnya.

(yna/yna)