Greysia Polii Bicara Peluang Pensiun Setelah Olimpiade 2020

Muhammad Robbani - Sport
Sabtu, 07 Agu 2021 11:15 WIB
CHOFU, JAPAN - AUGUST 02: Greysia Polii(left) and Apriyani Rahayu of Team Indonesia celebrate as they win against Chen Qing Chen and Jia Yi Fan of Team China during the Women’s Doubles Gold Medal match on day ten of the Tokyo 2020 Olympic Games at Musashino Forest Sport Plaza on August 02, 2021 in Chofu, Tokyo, Japan. (Photo by Lintao Zhang/Getty Images)
Greysia Polii Bicara Peluang Pensiun Setelah Olimpiade 2020. (Foto: Getty Images/Lintao Zhang)
Jakarta -

Atlet ganda putri Greysia Polii mengakui ada kemungkinan untuk gantung raket setelah meraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 bersama Apriyani Rahayu.

Bisa dibilang, medali emas Olimpiade adalah salah satu alasan Greysia menahan diri untuk pensiun. Ia pernah mengambil keputusan pensiun sebelum dipasangkan dengan Apriyani Rahayu pada 2017.




Sebagai pemain senior, ia merasa saat ini sudah berada di pengujung karier. Keberhasilan meraih medali emas makin menguatkan tekadnya untuk pensiun.

Di usianya yang kini 33 tahun, menjelang 34 tahun, Greysia mulai menatap kehidupan baru. Terlebih, ia kini sudah menjadi seorang istri setelah menikah pada 23 Desember 2020.

"Dari kecil itu saya punya (target), jadi dari umur segini harus bisa cetak ini di usia segini. Kalau enggak, ya, saya harus siap-siap pensiun, untuk melanjutkan di luar bulutangkis," kata Greysia saat memberikan keterangan dalam virtual yang diselenggarakan PP PBSI.

"Ada highlight memang saya sempat ada niatan mau pensiun. Saya seorang wanita di mana tidak seperti pria, di mana perjalanan mereka punya anak nikah, itu tak menjadi kendala. Saat saya usia 25, saya pernah bilang untuk menyatakan pensiun," ujarnya.

"Tahun 2016 saya merasa sudah cukup senior di cabor bulutangkis, ketika itu partner (Nitya Krishinda Maheswari) cedera, saat itu saya tak punya partner makanya keluar kata pensiun. Itu normal di pikiran wanita," katanya lagi.

Namun, takdir berkata lain. Greysia Polii dipasangkan dengan Apriyani Rahayu, yang saat itu merupakan seorang atlet muda yang baru masuk pelatnas. Cuma berselang sepekan, pasangan baru ini langsung menjuarai Thailand Open Grand Prix Gold 2017.

Raihan positif terus ditorehkan Greysia/Apriyani hingga menembus ranking 10 BWF pada pengujung 2017. Berkat itu pula Greysia menunda keputusannya untuk pensiun.

Meski berprestasi, Greysia sebenarnya tak pernah memasang target muluk-muluk. Ia hanya menjalani saja kelanjutan kariernya bersama Apriyani.

"Sebenarnya dalam empat tahun ini saya berjalan nothing to lose. Ketika sudah menikah, sebagai pemain senior, saya hanya melakukan apa yang saya cintai. Saya menjalani itu dengan lapang dada, kalau prestasi ya puji tuhan," tutur atlet kelahiran 1987 itu.

"Sekarang tinggal menunggu waktu yang tepat saya akan menyatakan pensiun. Karena balik lagi, saya sudah menikah, tapi keluarga saya juga mendukung. Dalam kehidupan itu ada masa kapan harus berhenti. Tapi sekarang belum bisa saya bilang kapan," ucapnya.

Meski belum pasti, pelatih ganda putri Eng Hian sudah berancang-ancang melepas kepergian Greysia. Ia sudah menyiapkan beberapa profil calon pengganti Greysia buat dipasangkan dengan Apriyani.

"Untuk mempersiapkan pengganti Greysia itu kan prosesnya berjalan. Dan saya sendiri sudah punya beberapa pandangan," kata Eng Hian.

"Yang pasti kriterianya yang utama itu bukan masalah teknis, itu bisa dilatih. Tapi dari tekad kemauan, dan totalitas untuk menjadi juara. Itu yang menjadi masalah, karena kriteria itu tidak banyak. Kalau teknis tidak khawatir. Nama sudah ada, proses ke depannya harus lewat selektif lagi," ujarnya menjelaskan.

(krs/yna)