Ayah Mohammad Ahsan Meninggal karena Sakit

Mercy Raya - Sport
Senin, 09 Agu 2021 15:10 WIB
Malaysias Malaysias Aaron Chia, left, and Soh Wooi Yik celebrate after winning against Indonesias Mohammad Ahsan and Hendra Setiawan during their badminton mens doubles bronze medal match at the 2020 Summer Olympics, Saturday, July 31, 2021, in Tokyo, Japan. (AP Photo/Dita Alangkara)
Mohammad Ahsan mengungkap penyebab meninggalnya sang ayah. (Foto: AP/Dita Alangkara)
Jakarta -

Pebulutangkis Mohammad Ahsan menyampaikan kronologi meninggalnya sang ayah, H. Tumin Atmadi. Almarhum sebelumnya punya penyakit dalam kemudian terpapar COVID-19.

Ayah Mohammad Ahsan meninggal dunia, Senin (9/8/2021). Ia meninggal pada usia 81 tahun. Ahsan menceritakan, bahwa ayahnya memiliki riwayat penyakit dalam dan baru sepekan belakangan diketahui terpapar virus Corona.

"Sebenarnya penyakit spesifiknya apa saya kurang tahu, (penyakit) dalam, dan sudah sering minum obat. Jadi kondisinya penyakit dalam dan terpapar COVID-19 juga," kata Ahsan kepada detikSport, melalui sambungan telepon.

Pasangan Hendra Setiawan di sektor ganda putra ini mengatakan juga baru mengetahui ayahnya sakit pada saat main di semifinal Olimpiade Tokyo 2020. Saat itu, Ahsan hendak mengabari sang ayah melalui telepon.

"Sakitnya sih pas main semifinal, saya kan telepon ayah dulu, itu sakitnya sudah agak lumayan tapi masih di rumah karena keluarga masih ragu mau dibawa ke rumah sakit atau tidak. Orang di rumah juga tidak ada yang mengabari," dia menjelaskan.

"Pas saya sudah balik, saat saya dikarantina (sepulang dari Tokyo) itu ayah dibawa ke rumah sakit sepekan lalu lah. Lalu saat di tes PCR ternyata positif," imbuhnya.

Setelah mendapat perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, ayah Ahsan kemudian meninggal dunia. "Saya juga baru tahu tadi pagi setelah dapat kabar dari kakak. Awalnya orang Palembang yang menghubungi saya namun tidak terangkat karena saya sednag tidak memegang HP. Lalu kakak yang menelepon untuk mengabari," katanya.

Ayah Ahsan rencananya akan dikuburkan Senin sore pukul 16.00 WIB sesuai dengan protokol kesehatan COVID-19.

"Jam 4 sore Insyaallah. Saya mungkin tidak keburu (mengantarkan langsung ayah ke tempat peristirahatan terakhir) tapi saya lebih baik jalan dulu (ke Palembang) dan harus tetap hati-hati juga dan dari prokesnya juga (ketat), jadi ikuti saja," kata Ahsan.

"Alhamdullilah kami dibantu dari RS Bhayangkara di sana, Bapak Kombes Firli (Bahuri), dibantu sekali sampai dimasukkan ke rumah sakit Bhayangkara itu. Di sana alhamdullilah dibantu semua di sana sampai ke pemakaman nanti. Alhamdullilah banyak yang peduli, terima kasih banyak lah," ucap Ahsan.

(mcy/cas)