Kevin Cordon dan Muamar Qadafi Berpisah Usai Cetak Sejarah

Mercy Raya - Sport
Selasa, 10 Agu 2021 17:35 WIB
CHOFU, JAPAN - JULY 29: Kevin Cordon of Team Guatemala celebrates with his coach Muamar Qadafi(left) after his victory against Mark Caljouw of Team Netherlands during a Mens Singles Round of 16 match on day six of the Tokyo 2020 Olympic Games at Musashino Forest Sport Plaza on July 29, 2021 in Chofu, Tokyo, Japan. (Photo by Lintao Zhang/Getty Images)
Kevin Cordon dan Muamar Qadafi Pisah Usai Cetak Sejarah di Olimpiade (Getty Images)
Jakarta -

Usai mencetak sejarah di Olimpiade Tokyo 2020, pebulutangkis Kevin Cordon dan pelatihnya Muamar Qadafi memutuskan untuk tak lagi bekerja sama. Kenapa?

Kevin Cordon menjadi salah satu atlet yang mencuri perhatian publik. Tidak hanya prestasinya sebagai atlet Guatemala pertama yang mampu lolos ke semifinal Olimpiade, tapi kesuksesannya juga tak lepas dari pelatih hebat Muamar Qadafi, asal Indonesia.

Sayang, kombinasi pemain dan pelatih yang sama-sama sukses di multievent terbesar di dunia itu pun harus berhenti untuk saat ini. Hal itu terungkap dalam video Muamar Qadafi dengan eks pebulutangkis Yuni Kartika di Youtube PB Djarum.

Saat itu, Yuni bertanya terkait rencana Qadafi usai keberhasilannya membawa Cordon di Olimpiade?

"Kalau untuk pertanyaan selanjutnya saya mengikuti takdirnya. Saya memutuskan untuk selesai dengan Guatemala, artinya tidak lanjut lagi," kata Qadafi seperti dikutip detikSport.

Sosok Pelatih asal Indonesia Muamar Qadafi menjadi sorotan usai berhasil mengantarkan atlet Badminton asal Guatemala Kevin Cordon ke babak semifinal. Seperti apa perjuangan mereka di Olimpiade Tokyo ini, yuk kita lihat.Sosok Pelatih asal Indonesia Muamar Qadafi menjadi sorotan usai berhasil mengantarkan atlet Badminton asal Guatemala Kevin Cordon ke babak semifinal (Getty Images)

Muamar Qadafi mengungkapkan hal itu bukan tanpa alasan. Kevin Cordon disebutnya juga berencana untuk pensiun dan Tokyo 2020 adalah Olimpiade terakhirnya.

"Karena Kevin ini sampai ini ada rencana setelah Olimpiade retired atau sampai di Kejuaraan Dunia di Spanyol nanti, kalau dia masih mau, setelah itu dia (Kevin Cordon) retired," dia mengungkapkan.

Sedangkan, Qadafi untuk saat ini ia ingin rehat sejenak dan berkumpul dengan keluarganya. "Nantinya kurang tahu. Kalau ada yang berminat (untuk merekrutnya) ya silakan," ujar Qadafi.

"Tapi impian saya memang, saya lihat proses pemberian medali itu memotivasi saya suatu hari saya bisa berpartisipasi lagi di Olimpiade. Tidak hanya berpartisipasi tapi memberikan medali. Tidak tahu siapapun atletnya bisa mendapat medali, entah itu medali perunggu, perak atau emas," dia menegaskan.

Terlepas dari itu, Qadafi juga mengaku bangga dengan torehan bulutangkis Indonesia di Olimpiade tahun ini. Selain emas dari Greysia Polii/Apriyani Rahayu, Indonesia juga membawa pulang satu perak dan tiga medali perunggu.

Satu medali salah satunya dipersembahkan tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting melawan Kevin Cordon dalam perebutan medali perunggu.

"Bersyukur sekali Indonesia bisa menjaga tradisi (medali emas). Harapannya tradisi itu terus dijaga, kalau bisa tidak hanya satu medali emas, tapi dua, tiga, atau bisa mendominasi semuanya karena kita adalah negara besar di olahraga (Bulutangkis) ini," harap Qadafi.

(mcy/aff)