Muamar Qadafi asal Sukoharjo, Latih Pemain Guatemala di Olimpiade Tokyo

Ari Purnomo - Sport
Selasa, 03 Agu 2021 15:49 WIB
Sosok Pelatih asal Indonesia Muamar Qadafi menjadi sorotan usai berhasil mengantarkan atlet Badminton asal Guatemala Kevin Cordon ke babak semifinal. Seperti apa perjuangan mereka di Olimpiade Tokyo ini, yuk kita lihat.
Pebulutangkis Guatemala Kevin Cordon dan Muamar Qadafi, pelatihnya yang asal Indonesia, di Olimpiade Tokyo 2020. (Foto: Getty Images)
Sukoharjo -

Di Olimpiade Tokyo 2020, pebulutangkis Guatemala Kevin Cordon mencuri perhatian. Bersama itu pula pelatihnya, yang asal Indonesia, ikut ramai dibicarakan.

Kevin Cordon di luar dugaan melaju sampai semifinal nomor tunggal putra bulutangkis Olimpiade Tokyo 2020, sebelum akhirnya dikalahkan oleh pemain Denmark Viktor Axelsen.

Cordon kemudian juga tunduk dari tunggal putra Indonesia Anthony Ginting pada partai perebutan medali perunggu. Tapi aksi pebulutangkis 34 tahun itu tetap jadi salah satu kejutan di Olimpiade kali ini.

Di balik gebrakan Kevin Cordon itu di Olimpiade Tokyo 2020, yang turut ramai dibahas adalah peran serta Muamar Qadafi sebagai pelatihnya. Apalagi Muamar ini kemudian juga disebut sebagai orang Indonesia.

Diketahui kemudian, Muamar Qadafi ini berasal dari Sukoharjo, Jawa Tengah. Ia lahir dari keluarga sederhana yang kini berdomisili di Cemani RT 7 RW 15, Grogol Sukoharjo.

Suratman, ayah Muammar Qadafi yang merupakan pelatih Kevin Cordon.Suratman, ayah Muammar Qadafi. Foto: Ari Purnomo/detikcom

Saat ditemui para pewarta, Suratman (65) yang merupakan ayah dari Muamar Qadafi pun mengisahkan perihal dunia bulutangkis yang awalnya digeluti sang putra sebagai pemain.

"Waktu itu saya kan jadi pengelola kantin di GOR Setia di jalan Bhayangkara. Kemudian saya ditawari oleh pelatih bagaimana kalau Muammar dimasukkan ke klub Golden Star dan latihan seminggu tiga kali," urai Suratman saat ditemui Selasa (3/8/2021).

Seketika itu, lanjut Suratman, bakat sang anak terus terasah dan menjadi semakin baik. Perkembangan permainan bulutangkis Muamar yang begitu pesat membuatnya masuk ke PB Djarum.

"Dia tidak sampai lulus SD, kalau tidak salah kelas 4 atau 5 langsung ke PB Djarum sampai dengan SMA," sambungnya.

Suratman, ayah Muammar Qadafi yang merupakan pelatih Kevin Cordon.Suratman, ayah pelatihnya Kevin Cordon di Olimpiade Tokyo 2020. Foto: Ari Purnomo/detikcom

Suratman tidak merinci bagaimana persisnya Muamar Qadafi kemudian banting setir dari pemain menjadi pelatih. Ia pun tak ingat kapan anaknya itu mulai terjun melatih.

"Kalau kapan tepatnya Muamar mulai melatih saya kurang ingat. Tapi sebelum ke Guatemala dia pernah melatih di Peru, Meksiko," ucapnya.

Meski tidak berhasil membawa Corson meraih medali, Suratman mengaku suda begitu bangga dengan hasil kerja keras sang anak yang kini juga jadi buah bibir. "Itu sudah melebihi target, tidak apa-apa. Kalau bisa menang, anak saya akan semakin dikenal lagi."

Usai Olimpiade, Suratman melanjutkan, Muamar akan kembali ke Indonesia karena kontrak sebagai pelatih Kevin Cordon di Guatemala akan berakhir usai Olimpiade Tokyo 2020.

"Dari Jepang akan balik ke Yogyakarta, dan istirahat dulu dengan keluarganya di sana. Kalau nanti mau melatih mana, belum tahu," pungkasnya.

Tonton juga Video: Anthony Ginting Sukses Bawa Pulang Perunggu!

[Gambas:Video 20detik]



(krs/ran)