Leani Oktila Kejar Medali Bersejarah Parabadminton buat Kado HUT RI

Mercy Raya - Sport
Selasa, 17 Agu 2021 15:10 WIB
Pebulutangkis putri Indonesia Oktila Leani Ratri menyapa penonton usai bertanding melawan pebulutangkis Cina Hefang Cheng pada final tunggal perorangan putri Asian Para Games 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (12/10). Oktila meraih perak usai kalah melawan Hefang Cheng dengan skor 21-19, 18-21, dan 13-21.ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/ama/18
Atlet parabadminton Indonesia, Leani Ratri Oktila. Foto: Hafidz Mubarak/Antara
Jakarta -

Atlet parabadminton Leani Ratri Oktila punya misi khusus di Paralimpiade Tokyo 2020. Dia ingin mengukir medali bersejarah buat kado HUT Republik Indonesia.

Leani merupakan salah satu dari tujuh atlet parabadminton yang lolos ke Paralimpiade Tokyo 2020. Ia akan tampil di tiga nomor sekaligus, yakni tunggal putri SL4, ganda putri SL3, SL4/SU5, ganda campuran SL3, SL4/SU5.

Bagi tunggal putri ranking 1 dunia ini, bisa tampil di Paralimpiade untuk kali pertama menjadi kesempatannya untuk mengukir sejarah buat Indonesia. Bagaimanapun, cabor parabadminton perdana dipertandingkan di multievent yang berlangsung 24 Agustus sampai 5 September mendatang ini.

Jika berhasil, maka ia tercatat sebagai atlet pertama paralimpiade yang meraih medali baik di Indonesia, maupun di multievent itu sendiri.

"Saya sangat berharap bisa mengukir sejarah di sana nanti dan memberikan kado HUT RI dengan medali yang dapat saya raih," kata Leani Ratri Oktila kepada detikSport.

Demi mewujudkan misi itu, atlet berusia 30 tahun ini mengaku sudah melakukan persiapan sangat matang jelang Paralimpiade Tokyo 2020. Bahkan, ia sampai mengurangi aktivitas menggunakan media sosial agar tetap fokus.

"Sejauh ini saya berusaha untuk tidak nervous, walaupun ini adalah Paralympic yang pertama untuk parabadminton. Tapi saya dan teman-teman berusaha menganggap ini seperti event-event besar lainnya seperti Kejuaraan Dunia," ujarnya.

"Dari awal pelatnas hingga saat ini persiapan kami sudah sangat cukup karena memang semua di penuhi. Mulai dari NPC Indonesia yang luar biasa dan pemerintah sehingga kami dapat berlatih dengan maksimal," dia mengungkapkan.

"Mendekati pertandingan seperti ini, saya juga mengurangi aktivitas membaca atau melihat sosmed karena banyaknya berita-berita yang mungkin membuat saya tidak fokus untuk event yang akan saya hadapi. Di sisa waktu yang ada sebelum berangkat saya gunakan untuk menambah porsi berlatih dan juga recovery," kata Leani.

Hal tersebut wajar mengingat Leani akan main pada tiga nomor Paralimpiade Tokyo 2020, meskipun sebenarnya pengalaman itu sudah ia rasakan sejak awal dia bertanding parabadminton.

"Saya mengutamakan untuk fokus dalam setiap nomor untuk setiap harinya. Yakin lalui satu per satu setiap nomor pertandingan nya. Pokoknya saya akan berjuang semaksimal mungkin untuk setiap nomor yang saya ikuti," kata juara dunia 2019 nomor tunggal putri SL4 dan ganda campuran SL3-SU5 ini.

Leani menjadi andalan parabadminton Indonesia sejak Asian Paragames 2014 Incheon. Saat itu, ia berhasil meraih medali emas di nomor ganda campuran, medali perak pada nomor ganda putri, dan perunggu pada nomor tunggal.

Empat tahun berikutnya, Leani berhasil meningkatkan prestasinya dengan mengantongi dua emas di nomor ganda putri dan campuran, serta mempertahankan perunggu di nomor tunggal putri.

Di level Asia Tenggara, prestasi Leani Ratri Oktila tak tak kalah apik. Dia meraih enam medali emas di tiga nomor; tunggal, ganda putri, dan ganda campuran pada SEA Games 2015 Singapore dan SEA Games 2017 Kuala Lumpur. Dia juga peraih gelar juara dunia ganda campuran di Ulsan 2017 dan Basel 2019. Serta gelar juara dunia di nomor tunggal putri.

(mcy/krs)