PBSI Gelar Vaksinasi COVID-19 dan Bakti Sosial di Cipayung

Mercy Raya - Sport
Senin, 23 Agu 2021 14:19 WIB
PBSI melakukan bakti sosial.
PBSI menggelar bakti sosial usai meraih prestasi di Olimpiade Tokyo 2020. (Foto: dok.PBSI)
Jakarta -

PP PBSI menggelar vaksinasi COVID-19 dan bakti sosial di sekitar Cipayung. Langkah ini sebagai wujud syukur atas prestasi Greysia Polii dkk di Olimpiade Tokyo 2020.

Indonesia melalui cabang bulutangkis sukses mempertahankan tradisi medali emas di Olimpiade. Selain emas yang ditorehkan Greysia Polii/Apriyani Rahayu, bukutangkis juga sumbang medali perunggu dari Anthony Ginting di Olimpiade Tokyo 2020.

Keberhasilan itu membuat banyak pihak mengapresiasi para atletnya dengan berbagai bentuk. Mulai dari uang tunai, rumah, tanah, hingga mobil.

PBSI bersyukur dengan apa yang didapatkan para atletnya. Untuk itu, mereka menghargainya dengan membuat bakti sosial, termasuk menggelar vaksinasi COVID-19, Senin (23/8/2021).

PBSI bekerja sama dengan Polda Metro Jaya dalam menggelar vaksinasi COVID-19 dan bakti sosial pembagian sembako di lingkungan sekitar Pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta Timur. Tepatnya di RW 08 Kelurahan Cipayung, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.

Rencananya, vaksinasi dan bakti sosial yang dipusatkan di aula RW 08 ini menyediakan sekitar 1000 dosis khusus untuk dosis pertama, dimulai hari ini hingga, Jumat (27/8).

Ketua Umum PP PBSI Agung Firman Sampurna hadir langsung membuka acara bertajuk Vaksinasi Merdeka tersebut. Ia menuturkan tujuan dari kegiatan ini ialah sebagai bentuk rasa syukur dari selebrasi-selebrasi yang didapat pada beberapa waktu terakhir.

"Tentunya ini merupakan rangkaian yang tidak terpisahkan dari berbagai seleberasi yang kita lakukan. Perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-76 dan sekaligus juga merayakan kemenangan para pahlawan olahraga kita, Greysia/Apriyani dan Anthony, serta atlet olahraga lainnya di Olimpiade Tokyo 2020. Karena itu, kami mendukung kegiatan vaksinasi ini dan memberikan sembako sebagai bentuk dari bakti sosial," kata Agung dalam rilis PBSI.

"Walau tidak banyak tapi semoga sembako ini bisa buat senang kita semua sebagai bentuk apresiasi dari kami. Kami tetap akan ada di pelatnas Cipayung, kalau ada apa-apa yang bisa kami bantu, kami akan bantu," Agung mengungkapkan.

Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) itu juga menilai, acara tersebut juga meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya mrnjaga kesehatan di tengah pandemi COVID-19.

"Kami di sini memiliki pelatnas, jadi kami ingin menyampaikan bahwa olahraga di luar prestasi adalah membuat kita menjadi sehat. Oleh karena itu, saya mendorong semua persatuan olahraga di Indonesia agar mendukung program untuk membuat masyarakat menjadi sehat dalam kondisi sekarang," ucap Agung.

"Nah, salah satu upaya yang dilakukan unuk keluar dari pandemi ini adalah vaksinasi, karena pandemi ini akan berakhir ketika herd immunity atau kekebalan dalam tubuh masyarakat secara umum itu tumbuh dan itu bisa dilakukan dengan apa yang kita lakukan sama-sama hari ini. Terima kasih untuk semua yang sudah mau hadir."

"Kemudian untuk jajaran PBSI seluruh Indonesia, PBSI punya lebih dari 2000 klub komunitas dan semuanya saya dorong untuk melakukan hal yang sama, mendukung gerakan vaksinasi. Mudah-mudahan kalau ini menjadi gerakan kolektif, gerakan dari komunitas, gerakan dari masyarakat, kita akan lebih cepat untuk menjadi lebih sehat," lanjutnya.

Pebulutangkis ganda campuran, Melati Daeva Oktavianti, menyambut positif acara yang digagas PBSI ini. Ia berharap masyarakat ikut meramaikan vaksinasi tersebut agar pertarungan negeri ini melawan pandemi virus Covid-19 cepat berakhir dengan kemenangan.

"Ini gerakan yang sangat bagus dari PBSI, saya mendukung penuh acara ini. Selama ini kan kami di pelatnas sudah menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan hampir 100 persen orangnya sudah divaksinasi. Alangkah lebih baik kalau di lingkungan sekitar juga melakukan hal yang sama," katanya.

"Saya harap masyarakat antusias dan ramai datang untuk vaksinasi. Semoga kita cepat keluar dari pandemi ini," Melati mengharapkan.

(mcy/cas)