Cerita Taufik Hidayat 'Smes' Tawaran Suap Ofisial Malaysia

Rifqi Ardita Widianto - Sport
Kamis, 26 Agu 2021 05:05 WIB
Jakarta -

Pebulutangkis legendaris Indonesia Taufik Hidayat bikin pengakuan mengejutkan pernah hendak disuap ofisial Malaysia. Tawaran itu dismes keras oleh Taufik.

Suap itu menghampiri Taufik Hidayat jelang semifinal Asian Games Doha 2006. Kala itu Taufik jadi unggulan ketujuh, di bawah Lee Chong Wei yang jadi unggulan kedua.

Jelang pertandingan itu, rupanya Taufik sempat didatangi seorang ofisial dari Asosiasi Bulutangkis Malaysia yang menawarkan uang suap. Ia coba disogok dengan uang yang jumlahnya dua kali lipat bonus dari pemerintah Indonesia, agar mengalah terhadap Lee Chong Wei.

Taufik Hidayat tak cuma menolak tawaran itu, tapi juga berang. Pada prosesnya peraih emas Olimpiade Athena 2004 itu membuktikan integritasnya dengan mengalahkan Lee Chong Wei dan Lin Dan untuk jadi juara.

Pengakuan Taufik tersebut mengejutkan Lee Chong Wei, lawan yang kemudian menjadi kawan akrabnya di luar lapangan. Tapi sebagaimana Taufik, Lee juga rupanya pernah menghadapi situasi serupa.

"Saat saya masih bermain, tentu saja saya berjumpa banyak orang. Saya bilang kepada mereka tak pernah mau melakukan hal semacam itu karena saya menghargai pelayanan saya kepada negara," katanya dilansir media Malaysia, Bernama.

"Saat Anda 'menjual' sebuah pertandingan, tak ubahnya seperti Anda menjual negeri Anda sendiri," kata Lee Chong Wei.

Pengakuan Taufik Hidayat pun direspons oleh Asosiasi Bulutangkis Malaysia (BAM). Mereka akan mengecek klaim atlet yang terkenal dengan smes backhand-nya tersebut.

"Saya sudah bilang ke Datuk Kenny (Goh, sekjen BAM) untuk mengecek klaim Taufik. Kita perlu melakukan verifikasi untuk memastikan kebenaran hal tersebut," kata Presiden BAM Tan Sri Norza Zakaria, seperti dilansir media Malaysia The Star.

Selain itu, Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) juga didorong ikut melakukan investigasi atas pengakuan dua mantan pebulutangkis terbaik tunggal putra itu.

"Berdasarkan pernyataan Taufik dan Chong Wei, saya percaya BWF semestinya sudah memiliki dasar untuk melakukan penyelidikan. Kami akan membantu sebisa mungkin jika dibutuhkan," ucap Tan Sri Norza Zakaria.

(raw/rin)