Piala Thomas: Indonesia Siapkan Strategi Baru Lawan Taiwan

Mercy Raya - Sport
Selasa, 12 Okt 2021 18:30 WIB
Hendra/Ahsan
Piala Thomas: Indonesia Siapkan Strategi Baru Lawan Taiwan (dok BWF)
Jakarta -

Taiwan memiliki dua pemain yang sulit ditembus pemain Indonesia di babak terakhir penyisihan Grup A Piala Thomas. Berbagai cara dan strategi pun disiapkan, apa saja?

Indonesia akan menghadapi Taiwan di di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Rabu (13/10) pagi pukul 08.30 waktu setempat. Laga itu untuk menentukan nasib tim Merah-Putih di kejuaraan beregu putra tersebut.

Untuk menjadi juara grup, Merah Putih harus melewati adangan besar. Bagaimanapun Taiwan kini menjadi salah satu musuh terberat Indonesia karena pemain gandanya yang sulit ditembus.

Taiwan didukung peraih emas ganda putra Olimpiade Tokyo, Lee Yang/Wang Chi Lin dan tunggal putra Chou Tien Chen. Dua ganda Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan tercatat belum berhasil revans mereka sejak dikalahkan di Thailand dan Olimpiade Tokyo.

"Tidak mudah memang menghadapi Taiwan yang didukung peraih emas ganda putra Olimpiade. Di sana juga ada pemain tunggal Chou Tien Chen. Meski begitu, kita harus kerja keras dan menerapkan strategi yang tepat untuk mengalahkan mereka," kata manajer tim Eddy Prayitno dalam rilis PBSI.

Meskipun kuat di dua nomor awal, Eddy berkeyakinan Indonesia punya kesempatan menang. Asa itu tumbuh seiring kemenangan mereka saat menghadapi Thailand. Indonesia memastikan menang 2-3 atas tim Negeri Gajah Putih, setelah sebelumnya kehilangan dua poin.

"Di atas kertas, memang tidak mudah di dua nomor awal. Tetapi di pertandingan bulutangkis, semua serba mungkin dan tidak ada yang mustahil," ujar Eddy.

Kabid Binpres PP PBSI Rionny Mainaky mengatakan timnya akan memanfaatkan celah jenis shuttlecock yang lambat, untuk menembus kekuatan dan kecepatan Lee Yang/Wang Chi Lin.

"Dengan bola yang lambat, tidak mungkin lawan akan terus mengandalkan kekuatan dan kecepatan. Karena itu strategi permainan pasangan ganda yang akan kita mainkan harus bisa meredam dan mengajak main lambat. Serangan-serangan Lee/Wang tentu tidak secepat seperti di Olimpiade Tokyo silam," tutur Rionny.

Sehubungan itu, Rionny berharap pemain memiliki semangat tempur yang tinggi. "Harus fight, semangat, ulet, sabar dan siap capek. Kapan bertahan dan kapan menyerang balik harus tepat momentumnya. Yang tidak kalah penting siap adu mental," Rionny mengharapkan.

(mcy/aff)