Final Piala Thomas: Menanti Aksi 'Tukang Gebuk' Daniel Marthin

Mercy Raya - Sport
Minggu, 17 Okt 2021 16:58 WIB
Daniel Marthin
Final Piala Thomas: Menanti Aksi 'Tukang Gebuk' Daniel Marthin (Foto: Badminton Photo)
Jakarta -

Daniel Marthin kembali diturunkan di laga Piala Thomas, kini dalam partai final berduet dengan Kevin Sanjaya. Patut dinanti aksinya nanti!

Daniel bersama Leo Rolly Carnando menjadi ganda terakhir yang disiapkan pelatih ganda putra Herry Iman Pierngadi dalam misi merebut Piala Thomas 2020.

Saat itu, pengambilan keputusan keduanya pun tak mudah. Setelah tiga pasangan ganda putra Indonesia yang bertengger di 10 besar peringkat dunia masuk dalam susunan skuad, empat pasangan ganda di bawahnya memiliki level yang setara.

Mereka adalah Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan, Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri, dan Moh. Reza Pahlevi Isfahani/Sabar Karyaman Gutama.

"Saya melihat dari hasil latihan dan performa terakhir, juga ada diskusi dengan para pemain, pilihannya menjadi dua, Leo/Daniel atau Pram/Yere," kata Herry dalam rilis PBSI.

Daniel MarthinDaniel Marthin (Badminton Photo)

Karena hanya diperlukan satu pasangan untuk melengkapi tim, maka Herry melakukan seleksi. Kedua pasangan ini diadu dalam tiga kali pertandingan.

Leo/Daniel akhirnya memenangkan langsung dua pertandingan yang digelar di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur dan otomatis terpilih.

Selama keikutsertaan keduanya di Piala Thomas, Daniel Marthin menjadi salah satu pemain yang kerap diturunkan. Debutan pertama mereka tersaji saat menghadapi Aljazair.

Mereka menuntaskan kemenangan Indonesia menjadi 5-0 usai menghadapi Mohamed Abderrahime Belarbi/Adel Hamek dengan skor 21-3, 21-11 dalam waktu 22 menit.

Daniel kemudian diturunkan kembali tapi dengan pasangan berbeda yaitu Mohammad Ahsan saat akan melawan Taiwan di laga terakhir babak penyisihan Grup A Piala Thomas. Keduanya terpilih karena dinilai sebagai pemain yang paling siap saat itu.

Hal itu pun dibuktikan setelah mampu mengimbangi permainan ganda 22 dunia Lu Ching Yao/Yang Po Han. Meskipun akhirnya pasangan senior-junior ini kalah dengan skor 20-22, 21-17, 21-23 dalam laga rubber games.

Daniel MarthinDaniel Marthin saat berduet dengan Mohammad Ahsan (Badminton Photo)

Kini, dengan Indonesia lolos ke partai final, Daniel Marthin kembali menjadi pilihan tim untuk menghadapi China pada Minggu (17/10/2021) pukul 18.00 WIB.

Pemain berusia 20 tahun itu bakal dipasangkan dengan ganda nomor 1 dunia, Kevin Sanjaya Sukamuljo. Herry IP mengatakan alasan memilih Daniel karena ia dinilai paling siap.

"Pemain yang paling siap main yang saya pasang," kata Herry kepada detikSport.

"Individunya cukup baik, bisa mengimbangi secara teknik terutama power-nya dia bagus," Herry menjelaskan soal perkembangan Daniel dengan pasangan berbeda.

Terlepas dari progres yang ditunjukkan Daniel, pelatih yang karib disapa Naga Api ini menilai sisi permainan Kevin/Daniel sangat cocok. Kevin sebagai playmaker dan Daniel sebagai tukang gebuk dari sisi belakang.

"Kevin/Daniel juga cocok dari pola permainan. Apalagi saat mendampingi Ahsan melawan Thailand, Daniel juga main bagus," Herry menegaskan.

(mcy/aff)