Hendra Setiawan Bangga dengan Ginting, Fajar, Rian, Jonatan

Afif Farhan - Sport
Senin, 18 Okt 2021 10:50 WIB
Players from Indonesia celebrates after winning the Thomas Cup mens team badminton tournament in Aarhus, Denmark, Sunday Oct. 17, 2021. (Claus Fisker/Ritzau Scanpix via AP)
Hendra Setiawan Bangga dengan Ginting, Fajar, Rian, Jonatan (AP)
Jakarta -

Indonesia akhirnya juara Piala Thomas 2020 setelah mengalahkan China di partai final. Sang kapten, Hendra Setiawan sampai dibuat tidak bisa berkata-kata!

Final Piala Thomas 2020 Indonesia vs China berlangsung di Ceres Arena, Aarhus, Denmark pada Minggu (17/10) malam WIB. Indonesia menutup dengan kemenangan meyakinkan 3-0.

Anthony Ginting, Fajar/Rian, dan Jonatan Christie mampu menumbangkan lawan-lawannya. Namun Jonatan Christie, harus bermain tiga set karena perlawanan keras dari Li Shi Feng.

Indonesia berhasil menjuarai Piala Thomas 2020 usai mengalahkan China 3-0. Puasa gelar dua dekade Merah-Putih di ajang ini berakhir sudah.Indonesia berhasil menjuarai Piala Thomas 2020 usai mengalahkan China 3-0 (AP Photo/Claus Fisker)

Indonesia pun akhirnya kembali meraih Piala Thomas, setelah kali terakhir 19 tahun lalu alias di tahun 2002 menjuarai titel bergengsi ini. Sekaligus, Merah Putih memutus dominasi China yang selalu juara di enam pagelaran terakhir.

Jumlah koleksi Piala Thomas Indonesia pun bertambah, menjadi 14. Kembali memperlebar jarak dengan China yang punya 10 trofi Piala Thomas.

Hendra Setiawan, sang kapten Indonesia di Piala Thomas kali ini mengaku senang dengan penampilan para pemain. Terutama yang turun di partai final, mampu menyajikan permainan terbaik.

"Ginting, Fajar, Rian, Jonatan, saya bangga dengan mereka. Mereka bermain sangat baik hari ini," terangnya dalam wawancara dengan BWF.

"Perjuangan tim sejak awal luar biasa," sambungnya.

Hendra SetiawanHendra Setiawan akhirnya merasakan gelar Piala Thomas (Instagram @hendrasansan)

Hendra Setiawan untuk pertama kalinya bisa meraih trofi Piala Thomas sekaligus melengkapi piala mayor selama kariernya. Di level internasional, Hendra sudah meraih empat gelar juara dunia pada 2007, 2013, 2015, dan 2019 serta sekali medali emas Olimpiade 2008.

Ini adalah gelar mayor beregu pertama Hendra setelah gagal pada di final 2010. Indonesia kala itu kalah 0-3 dari China dan Hendra yang berpasang dengan almarhum Markis KIdo takluk dari musuh bebuyutan Cai Yun/Fu Haifeng dalam pertarungan tiga gim.

Sementara di final 2016, Hendra yang berpasangan dengan Mohammad Ahsan sebenarnya bisa mengalahkan Mads Conrad-Petersen/Mads Pieler Kolding. Tapi, Indonesia kalah 2-3 dari Denmark.

Di Piala Thomas tahun ini, Hendra memang jarang bermain dan cuma sekali turun saat menghadapi Aljazair di laga perdana fase grup. Hendra /Ahsan mengalahkan Koceila Mammeri/Youcef Sabri Medel.

"Saya tidak tahu, saya tidak bisa menggambarkan perasaan saya. Saya bahagia, itu saja," tutupnya.

(aff/ran)