Thomas Cup yang Tak Terlupa, Antara Chairul Tanjung & Taufik Hidayat

Afif Farhan - Sport
Senin, 18 Okt 2021 18:06 WIB
Indonesias badminton team celebrate with the Thomas Cup after beating Malaysia in the Thomas Cup mens team badminton final in the southern Chinese city of Guangzhou 19 May 2002.  Indonesia beat Malaysia 3-2 to defend the title as the world best mens badminton team .                      AFP PHOTO/GOH Chai Hin (Photo by AFP)
Thomas Cup yang Tak Terlupa, Antara Chairul Tanjung & Taufik Hidayat (AFP)
Jakarta -

Indonesia kembali sukses raih Piala Thomas tahun ini. Terakhir kali juara di tahun 2002, ada memori tak terlupakan antara Chairul Tanjung dan Taufik Hidayat.

Indonesia tampil sebagai kampiun di Piala Thomas tahun 2021, setelah sukses mengalahkan China 3-0 di Ceres Arena, Aarhus, Denmark pada Minggu (17/10). Anthony Ginting, Fajar/Rian, dan Jonatan Christie mampu sapu bersih kemenangan.

Indonesia pun akhirnya kembali meraih Piala Thomas, salah satu gelar bergengsi yang sudah 'hilang' dari genggaman Indonesia 19 tahun lamanya. Ya, terakhir kali tim Merah Putih juara Piala Thomas adalah di tahun 2002.

Ketika itu, Chairul Tanjung menjabat sebagai Ketum PBSI (periode 2002-2004). Pasukan Indonesia yang tampil di partai puncak kontra Malaysia kala di Guangzhou, China itu adalah Marleve Mainaky, Candra Wijaya/Sigit Budiarto, Taufik Hidayat, Halim Haryanto/Tri Kusharyanto, dan Hendrawan.

Indonesia akhirnya menang 3-2 dan membawa pulang Piala Thomas kali ke-13!

Indonesia's badminton team celebrate with the Thomas Cup after beating Malaysia in the Thomas Cup men's team badminton final in the southern Chinese city of Guangzhou 19 May 2002.  Indonesia beat Malaysia 3-2 to defend the title as the world best men's badminton team .                      AFP PHOTO/GOH Chai Hin (Photo by AFP)Indonesia kala memenangi Piala Thomas tahun 2002 silam (AFP)

Ada satu cerita drama menarik kala itu, ketika si 'Golden Boy' Taufik Hidayat mau pindah kewarganegaraan. Taufik mau pindah ke Singapura!

Hal itu diungkapkan Taufik Hidayat saat menjadi bintang tamu di acara Vincent and Desta yang tayang di channel Youtube Vindes, Senin 6 September 2021.

Chairul Tanjung lah yang pada akhirnya, dikatakan Taufik Hidayat meminta dirinya untuk kembali ke Indonesia.

Dia juga mengatakan bahwa saat itu Chairul Tanjung, tak hanya meminta dirinya saja, tetapi meminta sponsor dan pihak Singapura untuk mengembalikan dirinya ke Indonesia.

"Ada pergantian pengurus lah dan dulu pengurusnya Pak CT, akhirnya dia lah yang minta gua balik ke sini. Terus minta sponsor gua dan pemerintah Singapura untuk balikin gua ke Indonesia," tuturnya

Chairul Tanjung yang jadi ketum PBSI saat itu sangat berusaha keras untuk menjaga Taufik Hidayat (salah satunya mengalah dan mengabulkan permintaan Taufik untuk kembali dilatih dengan Mulyo Handoyo,). Bukan apa-apa, Taufik adalah pebulutangkis tunggal putra paling top sedari muda.

Taufik memang sudah punya deretan banyak gelar. Pun kehadirannya di Piala Thomas 2002, menjadi salah satu kekuatan besar Indonesia untuk menyabet trofi tersebut.

PBSI sendiri akhirnya sanggup menyelesaikan masalah antara Taufik dengan Pelatnas. Meski Taufik sendiri, tak mengungkapkan lebih rinci apa masalahnya.

ATHENS - AUGUST 21:  (L-R) Seung Mo Shon of Korea (silver), Taufik Hidayat of Indonesia (gold) and Soni Dwi Kuncoro of Indonesia (bronze) celebrate after receiving medals  for the men's singles badminton event on August 21, 2004 during the Athens 2004 Summer Olympic Games at Olympic Hall in the Goudi Olympic Complex in Athens, Greece. (Photo by Jonathan Ferrey/Getty Images)Taufik Hidayat (tengah), salah satu pebulutangkis terbaik Indonesia sepanjang masa (Getty Images/Jonathan Ferrey)

Selanjutnya, Taufik Hidayat mampu terus bersinar untuk Indonesia sampai puncaknya meraih emas di Olimpiade 2004 Athena. Taufik juga mampu meraih titel juara dunia 2005, kampiun Asian Games 2006 dan sederet gelar lainnya semasa Chairul Tanjung menjabat sebagai ketum PBSI.

Keputusan Taufik kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi akan jadi salah satu drama yang dikenang dalam dunia bulutangkis. Langkah besar yang dilakukan Chairul Tanjung dalam menjaga Taufik Hidayat turut serta akan selalu tertulis di buku sejarah.

"Saya persembahkan keberhasilan ini bagi Pak Chairul Tanjung," begitu ujar Taufik di buku biografi Chairul Tanjung soal dirinya meraih emas Olimpiade.

Simak juga video 'Taufik Hidayat Pertanyakan Kerja LADI Buntut Merah-Putih Tak Bisa Berkibar':

[Gambas:Video 20detik]



(aff/krs)