Lagi, Federer Dikalahkan Nadal
Senin, 24 Apr 2006 04:30 WIB
Monte Carlo - Rupanya melawan Rafael Nadal-lah Roger Federer kerap tersandung. Petenis nomor satu dunia itu kembali gagal menaklukkan Nadal di lapangan tanah liat dan menyerah di final Monte Carlo Masters.Menghadapi unggulan kedua asal Spanyol itu, Minggu (23/4/2006) malam WIB, Federer menyerah dalam pertarungan empat set, 6-2, 6-7 (2), 6-3, 7-6 (5), sekaligus menelan kekalahan keduanya di tahun ini.Di set pertama Federer membuat banyak unforced error yang membuat Nadal melesat cepat 4-0. Dua game yang ia peroleh juga lebih disebabkan kesalahan lawannya. Bagi Federer ini adalah kekalahan set pertama dengan jarak terbesar di tahun ini. Sebelulmnya rapor terburuknya adalah kalah 3-6 dari Olivier Rochus, Nikolay Davydenko, dan Tommy Haas."Aku tak peduli dengan unforced error karena aku tak punya pilihan lain kecuali menyerang dia," Federer memberi argumen. "Aku pasti akan melakukan banyak kesalahan karena aku tipikal pemain menyerang."Di set kedua Nadal sempat unggul 5-4, tapi Federer dapat mematahkan servisnya dan merebut set ini lewat ace dalam tie-break. Di set ketiga Federer lebih dulu mem-Break Nadal tapi bisa dikejar dan dikunci di angka tiga.Di awal set keempat Federer sempat meneriaki dirinya sendiri "idiot" setelah satu pukulan backhand-nya keluar. Ia tertinggal 0-3, lalu berbalik unggul 5-4. Namun Nadal memenangi tie-break dengan cukup mudah berkat dua pukulan cantiknya di dua servis terakhir."Sangatlah spesial buatku bisa mempertahankan titel ini," ujar Nadal usai pertandingan. "Mengalahkan Federer di final juga hal istimewa. Aku sangat agresif dengan forehand dan punya sentuhan yang baik pula."Ini adalah kemenangan keempat Nadal dari lima pertemuannya dengan Federer, atau yang kedua di lapangan jenis tanah liat, setelah menang empat set bulan Juni lalu di Prancis Terbuka."Kemenanganku atas dia hari ini lebih mudah ketimbang di Paris," tambah keponakan eks bintang sepakbola Spanyol Miguel Angel Nadal itu. "Memulai musim tanah liat seperti ini, buatku, sungguh tak bisa dipercaya."Nadal memperpanjang rekor kemenangan beruntunnya di lapangan clay menjadi 42 kali. Ia berpeluang besar untuk melewati capaian Bjorn Borg (46) -- jika menjuarai turnamen minggu ini di Barcelona -- dan mengejar rekor yang masih dipegang Guillermo Vilas (53)."Suatu hari nanti aku yakin pasti akan kalah di lapangan clay. Tapi aku berharap tidak minggu depan," imbuh pemuda berusia 19 tahun ini.Sementara Federer, 24, juga harus mengakhiri rekor kemenangan 29 kali berturut-turutnya di turnamen seri Master. Kekalahan terakhirnya di level ini terjadi tahun lalu di tangan Richard Gasquet di babak perempatfinal, juga di Monte Carlo.Meski kalah, namun Federer merasa mengalami kemajuan untuk menghadapi Nadal di hari-hari berikutnya, khususnya di lapangan tanah liat. "Aku mesti sedikit berhitung melawan Rafael. Tapi aku sudah merasa banyak berkembang. Makin sering aku menghadapi dia, aku makin bisa menemukan permainannya dan nanti-nantinya akan lebih gampang," tukas pemain berjuluk "Fed-Ex" ini.Foto: Roger Federer (kiri) dengan tropi runner up-nya di turnamen Monte Carlo, setelah dikalahkan Rafael Nadal (kanan) di final. (homepage Nadal) (a2s/)











































