Ketika Pebulutangkis Lauren Smith Belajar Jadi Jurnalis

Rifqi Ardita Widianto - Sport
Sabtu, 20 Nov 2021 14:20 WIB
Lauren Smith
Ketika Pebulutangkis Lauren Smith Belajar Jadi Jurnalis (Foto: Rifqi Ardita Widianto/detikSport)
Bali -

Pebulutangkis Inggris Lauren Smith tiba-tiba muncul di belakang kamera guna mewawancarai koleganya di Indonesia Masters 2021. Lauren mau belajar jadi jurnalis.

Pemandangan itu terlihat di area mixed zone Indonesia Masters 2021, Sabtu (20/11/2021) siang. Seusai partai ganda campuran antara Yuta Watanabe/Arisa Higashino vs Tang Chun Man/Tse Ying Suet, Lauren mengambil alih posisi pewawancara BWF yang biasanya diisi Dianne Pierre.

Usut punya usut, Lauren tengah menjalani pelatihan media dari BWF. Federasi bulutangkis dunia itu memang menyediakan program pelatihan media dan Lauren sendiri tertarik untuk mempelajari jurnalisme.

"Ini situasi yang sangat berbeda buat saya. BWF sudah sangat baik memberikan saya kesempatan untuk mencoba sesuatu yang mungkin akan ingin saya lakukan setelah berhenti bermain badminton," ungkapnya.

"Jadi sangat bagus bisa mendapatkan pengalaman di sini. Saya rasa para pemain agak geli ketika melihat saya di sini, mereka agak bingung gitu. Tapi saya sangat menikmatinya, ini pelajaran bagus, semoga bisa mendapatkan pengalaman untuk nanti setelah pensiun," imbuh peringkat tujuh dunia di nomor ganda campuran bersama Marcus Ellis tersebut.

Lauren Smith tampil di dua nomor pada Indonesia Masters 2021. Ia terhenti di perempatfinal pada nomor ganda campuran, lalu di babak 16 besar di nomor ganda putri.

Ia niscaya ingin melaju sejauh mungkin, tapi Lauren setidaknya mendapatkan kesempatan untuk melakukan praktik wawancara setelah kini tersingkir.

"Ini pengalaman pertama saya mewawancarai orang, jadi benar-benar memulai hal baru yang menantang. Tapi ya ini tantangan yang bagus dan rasanya sangat menyenangkan bisa mendapatkan dukungan dari orang seperti Dianne (Dianne Pierre - Deputi Komunikasi & Media BWF) yang bisa memberikan banyak tips dan trik untuk memudahkan segala sesuatunya," sambungnya.

Lauren Smith sebenarnya punya gelar di jurusan Sports Coaching yang dia rampungkan pada 2014 silam. Dunia jurnalisme menarik perhatiannya, apalagi ia terbiasa bertemu dengan jurnalis dan diwawancara.

Lantas bagaimana rasanya melihat para pemain terkejut melihatnya berada di sisi lain? Apa sih tantangan tersulit menjadi seorang jurnalis?

"Kayaknya kalau saya bermain dan melihat pemain lain di sisi ini, saya juga agak bingung sih. Jadi saya sudah agak memperkirakannya. Tapi saya senang mereka tersenyum, mereka kelihatannya enggak terlalu takut. Jadi senang bisa melihat mereka tersenyum dan menanggapi dengan sangat baik," ujar Lauren Smith sembari tertawa.

"Menurut saya, mempersiapkan diri untuk berbagai reaksi dari sebuah pertanyaan. Anda tak pernah tahu siapa yang akan menang, Anda pengin bisa untuk berpikir cepat dan spontan terhadap kejadian-kejadian. Jadi menurut saya, itu yang tersulit. Tapi seiring bertambahnya pengalaman, nanti akan semakin mudah," pungkasnya.



Simak Video "Jelang Indonesia Badminton Festival, Ini yang Dilakukan Jojo cs di Bali"
[Gambas:Video 20detik]
(raw/bay)