Jika Praveen/Melati Gagal ke BWF World Tour Finals 2021...

Mercy Raya - Sport
Sabtu, 20 Nov 2021 14:55 WIB
XD Players name : 
Praveen JORDAN (INA) [2] /
Melati Daeva OKTAVIANTI (INA)

Credit Photo : HUMAS PP PBSI

Location:
Hotel Westin Resort Nusa Dua Bali, Indonesia.


Order of Play Wednesday, 17 November 2021
Result :
https://www.tournamentsoftware.com
or
https://bwfworldtour.bwfbadminton.com
Jika Praveen/Melati Gagal ke BWF World Tour Finals 2021... (Foto: Dok. Humas PP PBSI)
Jakarta -

Hasil negatif di Indonesia Masters 2021 bikin posisi Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti di klasemen BWF World Tour Finals 2021 terancam. PBSI sudah menyiapkan fokus lain.

Praveen/Melati saat ini menempati peringkat sembilan klasemen BWF World Tour Finals yang berlangsung di Bali, mulai 1-5 Desember mendatang. Namun, melihat perfoma mereka yang jauh dari harapan di Indonesia Masters, kesempatan main di turnamen penutup tahun ini kian sulit. Apalagi jika tidak ditandai dengan perubahan dan perbaikan.

Untuk diketahui, ganda campuran ranking 5 dunia itu secara mengejutkan kalah di babak pertama oleh pasangan nonunggulan dari India. Dhruv Kapila/Nelakurihi Sikki Reddy. Praveen/Melati kalah dua gim langsung dengan skor 11-21, 20-22 dari Kapila/Reddy dalam waktu 30 menit.

Padahal turnamen tersebut merupakan salah satu dari dua kejuaraan yang tersisa sebelum BWF mengumumkan siapa-siapa saja atlet yang lolos ke BWF World Tour Finals 2021.

Sebagai catatan hanya pemain top delapan dari lima sektor yang bisa tampil di ajang ini.

"Saya rasa kalau mereka (Praveen/Melati) bisa tembus ke berapa (masih) ada peluang juga untuk lolos," kata Kabid Binpres PBSI Rionny Mainaky kepada detikSport.

"Cuma kalau tidak lolos masih ada waktu sepekan untuk kembali (ke Jakarta) persiapan Kejuaraan Dunia. Kalau tidak lolos ya. Tapi kalau lolos, dia mungkin main di grup kalau tidak lewat, pasti pulang lah tiga sampai empat hari. Kemudian berangkat ke sana (Huelva, Spanyol), ya semampu saya saja," ujarnya.

Eks pelatih kepala Timnas Jepang ini mengatakan belajar dari pengalamannya, dirinya pernah dalam posisi mendapati atlet yang seperti Praveen/Melati. Untuk itu, ia berharap selain kerja sama si atlet, juga butuh peran pelatih.

"Saya pernah menangani orang-orang seperti ini. Makanya saya bilang ke Nova (Widianto, pelatih ganda campuran) 'Kamu harus jaga fisik, apanya semua'. Sebab, untuk kondisi darurat begini saya berpengalaman, apalagi kondisi menuju Kejuaraan Dunia ini sudah capek semua. Nah, dengan saya baru istirahat, saya hadir dengan suasana baru, mungkin bisa membangkitkan suasana mereka," ujarnya.

"Ini kan semua kecapekan sudah hampir tujuh kejuaraan. Bukan coba tapi berusaha maksimal untuk membangkitkan motivasi mereka supaya mendapatkan hasil terbaik untuk mereka," imbuhnya.

"Memang tak gampang karena butuh program pendek makanya saya minta pelatih-pelatih untuk jaga kondisi mereka. Apa yang bisa kita push dengan kondisi mereka yang bagus. Karena ini sudah urusan semangat sekarang, mengatasi rasa bosan, dengan ini itu," dia menegaskan.

"Kepada Nova saya juga bilang kamu sabar saja, tetap kasih semangat (buat pemain) karena kondisi sekarang dalam keadaan perang. Saya harus kerja keras untuk bagaimana membantu Nova. Yang penting ada kesempatan ya kita harus habis-habisan. Kita kan pembina, tidak boleh putus asa. masih ada kesempatan ya kita gunakan," kata Rionny.

(mcy/aff)