Yvonne Li, Tunggal Putri Jerman yang Bikin Torehan Khusus di Bali

Mercy Raya - Sport
Rabu, 01 Des 2021 21:00 WIB
Yvonne Li
Yvonne Li. (Foto: BWF)
Jakarta -

Sejarah baru dicetak Yvonne Li usai lolos BWF World Tour Finals 2021, yang digelar di Bali. Dia jadi tunggal putri Jerman pertama yang tampil di turnamen penutup tahun sejak 2012.

Li telah tampil di 10 turnamen tahun ini termasuk Indonesia Masters dan Indonesia Open di Bali. Dari kedua ajang itu, yang juga digelar di Pulau Dewata, ia mendapatkan banyak poin yang cukup mendongkrak posisinya di klasemen final tur dunia.

Semula Li berada di peringkat 10 dengan total 27.500 poin. Namun, posisinya naik ke urutan ke-8 setelah dua wakil Thailand dipangkas dari sebelumnya meloloskan 4 wakil. Di ajang ini, setiap negara hanya boleh mengirimkan dua wakilnya yang masuk top 8 ranking tur final.

"Sebenarnya saya tidak terlalu memikirkan kualifikasi. Saya bermain bulutangkis untuk diri saya sendiri dan menghargai setiap turnamen tingkat tinggi yang saya ikuti," kata Li dalam laman BWF.

"Saya datang ke Bali untuk melakukan yang terbaik dan ketika segalanya semakin dekat ke tur Final, saya tahu saya memiliki peluang untuk berhasil," ujarnya.

Yvonne Li senang memiliki kesempatan untuk menguji dirinya sekali lagi di Bali. Meskipun dari hasil undian, ia bergabung dengan pemain top seperti Pusarla V. Sindhu (India), Pornpawee Chochuwong (Thailand), dan Line Christophersen (Denmark).

Pendahulunya, Juliane Schenk, yang tampil di BWF World Tour Finals semasa masih dengan nama BWF Super Series Finals, hanya sampai penyisihan grup.

"Setiap pertandingan di tingkat tinggi ini menjadi hal yang sangat berharga bagi saya. Untuk itu, saya akan berusaha untuk menikmatinya, dan mencoba yang terbaik," kata atlet berusia 23 tahun ini.

"Terkadang saya merasa frustrasi ketika saya diuji sampai batas kemampuan saya. Tapi saya tahu saya bisa mengatasi batasan ini dan meningkat, serta menjadi lebih baik di setiap pertandingan. Saya bisa bertarung melawan mereka, jadi saya tahu itu akan sepadan."

"Saya juga harus tetap positif dalam pertandingan nanti. Bahkan jika saya mendapatkan awal yang lambat, saya bisa naik kembali dan mengambil langkah-demi-langkah," kata Li.

Sayangnya, pada laga perdana babak penyisihan Grup A, Rabu (1/12), Li belum mampu mengatasi unggulan pertama Chochuwong. Pemain ranking 24 dunia itu harus menyerah dalam pertandingan straight game dengan skor identik 18-21.

Li, masih punya kesempatan untuk memperbaiki posisi di papan klasemen grup. Asalkan, ia bisa memenangkan pertandingan melawan Sindhu pada laga kedua yang berlangsung esok hari. Mampukah Li?

(mcy/aff)