'Atlet Harusnya Fokus Prestasi, bukan Bonus'

Tim Detikcom - Sport
Senin, 06 Des 2021 06:05 WIB
Indonesia berhasil menjuarai Piala Thomas 2020 usai mengalahkan China 3-0. Puasa gelar dua dekade Merah-Putih di ajang ini berakhir sudah.
Atlet tidak seharusnya menomorsatukan bonus, melainkan prestasi (AP Photo/Claus Fisker)
Jakarta -

Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) ikut bicara soal polemik bonus Tim Thomas Indonesia. Tidak seharusnya atlet menomorsatukan bonus.

Hal ini dikatakan oleh Kepala Bidang Pembinaan Prestasi PB PABSI Hadi Wihardja terkait rama-ramai isu bonus tim Indonesia yang berhasil menjuarai Piala Thomas.

Setelah menuntaskan puasa gelar 19 tahun, tim Thomas merasa pantas dihargai lebih oleh pemerintah berupa pemberian bonus. Apalagi pihak-pihak lain seperti Bank BNI sebagai sponsor dan juga juragan beras asal Sragen Billy Haryanto sudah lebih dulu melakukannya.

Bahkan salah satu pemain Jonatan Christie secara terang-terangan menyindir pemerintah, dalam hal ini Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali, terkait bonus. Jonatan melakukannya tak lama setelah bertemu dengan Presiden RI Joko Widodo di sela-sela perhelatan Indonesia Badminton Festival.

"Sebaiknya, seorang atlet itu memang tidak harus menuntut bonus, meski dirinya mampu berprestasi di level internasional. Kalau melihat 19 tahunnya, memang agak wajar, namun pemerintah pasti telah memperhitungkan itu. Lebih baik fokus saja ukir prestasi terus, pasti yang lainnya akan mengikuti, baik itu penghargaan berupa bonus uang, rumah atau lainnya, jangan di balik, bonus saya mana," ucap Wihardja dalam rilis kepada detikSport.

Menurut mantan atlet angkat besi Olimpiade 1984 itu, tugas atlet adalah meraih prestasi demi membawa harum nama bangsa di mata dunia. Sementara itu, soal bonus akan otomatis mengikuti jika ada prestasi, sehingga tidak harus mengemis.

"Prinsipnya adalah atlet fokus berlatih dengan target juara. Jika dia punya prestasi tinggi, fasilitas berupa bonus dan lainnya pasti akan mengikuti, jangan dibalik," sambungnya.

Kemenpora belakangan sudah menjanjikan bonus kepada Tim Thomas Indonesia yang rencananya diberikan Selasa (7/12) besok meski tidak disebutkan besarannya.

Wihardja menilai seorang atlet harusnya bangga bisa membela negara dan meminta mereka tidak menjadikan uang sebagai motivasi utama. Sebab atlet sudah punya cara sendiri untuk meraih uang dari mengikuti turnamen-turnamen, yang bukan mengatasnamakan negara.

Kritik ini tak cuma ditunjukkan kepada atlet bulutangkis, tapi juga seluruh cabang olahraga di Indonesia.

Lihat juga Video: Momen Haru Saat Atlet Paralimpik Berlaga di Peparnas XIV

[Gambas:Video 20detik]



(mrp/pur)