ADVERTISEMENT

Ambisi Leo/Daniel Geser Minions dan Daddies

Mercy Raya - Sport
Kamis, 23 Des 2021 15:30 WIB
Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin mendapat evaluasi usai tersingkir di Spain Masters 2021.
Leo/Daniel punya ambisi menggeser Minions dan Daddies. (Foto: dok.PBSI)
Jakarta -

Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin mengungkap ambisinya di masa mendatang. Mereka bertekad melewati peringkat dunia para seniornya, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.

Selain Minions dan Daddies, serta Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang kini menduduki top 8 dunia, ganda putra Indonesia juga memiliki pelapis-pelapis yang menjadi andalan di turnamen BWF.

Mereka adalah Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan, Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri, dan Moh. Reza Pahlevi Isfahani/Sabar Karyaman Gutama.

Dari keempatnya, Leo/Daniel merupakan ganda putra yang progresnya dianggap paling meningkat dalam tiga tahun terakhir Hal itu tercermin dari meningkatnya ranking yang mereka peroleh sejak 2019, saat masih junior, dan kini masuk level senior.

Menukil BWF, Leo/Daniel dari semula berada di peringkat 300-an mampu melonjak dan kini meningkat menjadi peringkat 28 dunia.

Perjalanan panjang itu juga tak lepas dari capaian mereka di turnamen-turnamen yang mereka lakoni. Tahun ini saja, mereka mengawalinya dengan menjadi semifinalis di turnamen BWF World Tour Super 1000 Thailand Open, kemudian menjadi runner up di German Open. Mereka hanya kalah dari Kevin/Marcus di final tersebut.

Catatan-catatan itu pun membuat Leo/Daniel kian percaya diri bisa melewati para seniornya kelak. "Pastinya punya ambisi seperti para senior, setelah itu melewati ranking mereka (Kevin/Marcus dan Hendra/Ahsan)," kata Leo menjawab pertanyaan detikSport.

Hal senada diungkapkan Daniel. Dia optimistis hal tersebut dapat terwujud. "Yakin, alasannya sama seperti Leo (ingin melewati senior)" sebut juara dunia junior 2019.

Selain turnamen individu, Leo/Daniel juga mencatatkan prestasi di kejuaraan beregu Piala Thomas. Mereka menjadi salah satu pemain ketika Piala Thomas berhasil direbut pada Oktober 2021.

"Rasanya senang bisa main pertama kali di Thomas Cup senang. Punya rasa bangga tersendiri," kata Leo.

Sementara itu, Ahsan memberi pesan pada para juniornya tersebut agar tak lekas puas. Sebab, perjalanan ke depan masih panjang.

"Jangan cepat puas dengan apa yang mereka raih saat ini karena perjalanan masih sangat jauh. (Tapi) jauh banget juga enggak karena umur atlet tidak ada yang tahu. Ini sudah ada jalannya jadi bekerja keras, dan sungguh-sungguh. Saya rasa mereka punya potensi juara-juara," ujar Ahsan.

(mcy/krs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT