Pemerintah Kasih Bonus Rp 10 M buat Tim Piala Thomas Indonesia

Mercy Raya - Sport
Senin, 27 Des 2021 15:07 WIB
Indonesia players show their gold medals and hold up the trophy after winning in the Thomas Cup mens team badminton tournament in Aarhus, Denmark, Sunday Oct. 17, 2021. (Claus Fisker/Ritzau Scanpix via AP)
Foto: AP/Claus Fisker
Jakarta -

Tim Piala Thomas Indonesia resmi mendapatkan guyuran bonus dari pemerintah. Total bonus berjumlah Rp 10 miliar.

Apresiasi diberikan kepada Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) yang diwakilkan Ketua Umum Agung Firman Sampurna, di Wisma Kemenpora, Senin (27/12/2021).

Jonatan Christie dkk diganjar bonus sebesar Rp 10 miliar dari negara, yang diberikan secara langsung oleh Menpora Zainudin Amali.

"Atas nama PBSI, para atlet bulutangkis, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kemenpora yang diberikan kepada atlet berprestasi," kata Agung dalam sambutannya.

"Ini bagian penting pembinaan dan pengembangan olahraga. Tentu saja pemberiannya mengacu pada aspek akunbilitas perundang-undangan. Ini bagian yang tidak terpisahkan pembinaan dan pengembangan olahraga pasal 21 UU SKN Nomor 3 tahun 2005, yang menyebutkan pemerintah dan Pemda wajib melakukan pembinaan olahraga sesuai kewenangannya," dia mengungkapkan.

"Penghargaan yang diberikan merupakan pelecut dan memacu baik bagi atlet maupun organisasi yang diberikan kepada penerima penghargaan. Sementara bagi cabor adalah untuk berkesinambungan bakat-bakat atlet yang baru."

Sebelumnya, bonus bagi tim Piala Thomas sempat menjadi persoalan bahkan sampai jagat maya. Bahkan tagar #AtletHarusPaham ramai jadi bahasan netizen di media sosial saat ini, khususnya di linimasa Twitter. Munculnya tagar Atlet Harus Paham ini setelah beberapa atlet mendapatkan kritik karena menyuarakan soal bonus mereka untuk kemenangan Thomas Cup 2020 pada Oktober 2021.

Menpora sendiri sebelumnya menegaskan tak menganggarkan bonus kepada tim Indonesia. Namun, akhirnya diputuskan untuk diberikan setelah adanya limpahan revisi anggaran.

"Tahun anggaran 2021 terjadi recofusing dengan kepentingan yang lebih besar yakni kesehatan masyarakat karena pandemi. Kami tidak berhasil memberikan bonus kepada tim Thomas Cup karena tengok rekam jejak selama 5 tahun, Dirjen anggaran tak bisa beri anggaran bonus ini karena berdasarkan data tak ada target ke sana," jelas Deputi III Raden Asnanta.

"Tapi alhamdullilah akhir 2021 kami dapat limpahan revisi dan kami lakukan revisi akhir tahun, jadi mohon maaf atas keterlambatan," ujarnya.

Selain PBSI, Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia juga mendapat penghargaan atas prestasi atletnya di Kejuaraan Dunia Angkat Besi di Tashkent, Uzbekistan, 7-17 Desember ini. Adapun bonus yang diberikan sebesar Rp 1,25 miliar.

Sedangkan NPC Indonesia mendapatkan bonus sebesar Rp 5 miliar, atas perjuangan para atlet remaja di Asian Youth Para Games 2021. Mereka berhasil berada di urutan keempat dengan merebut 12 medali emas, 11 perak, dan 14 perunggu.

Simak Video: Momen Piala Thomas Tiba di Tanah Air

[Gambas:Video 20detik]



(mcy/krs)