Ketum PBSI: Tak Ada Pengurus yang Ikut Nikmati Bonus Piala Thomas

Mercy Raya - Sport
Selasa, 11 Jan 2022 16:12 WIB
Ketua Umum PBSI Agung Firman Sampurna
Ketum PBSI Agung Firman Sampurna. (Foto: dok. PBSI)
Jakarta -

Ketua Umum PBSI Agung Firman Sampurna mengklaim polemik bonus Piala Thomas sudah beres. Ia juga memastikan pengurus tak ikut menikmati hadiah tersebut.

Seperti diberitkan sebelumnya pemerintah, lewat Kemenpora, memberi apresiasi sebesar Rp 10 miliar. Penghargaan itu diberikan oleh Menpora Zainudin Amali yang diterima secara langsung oleh Ketua Umum PBSI di Wisma Kemenpora, pada 27 Desember lalu.

Bonus itu lantas jadi polemik kerena peruntukannya. Murni diberikan kepada Jonatan Christie dkk karena juara Piala Thomas pada Oktober lalu atau juga guna mendukung pembinaan dan pengembangan cabang olahraga yang bersangkutan? Selain itu, juga ada alokasi untuk kegiatan rekrutment, pelatihan, dan pembinaan pemain agar proses penciptaan para juara di Pelatnas Cipayung bisa terus berkelanjutan dan tidak terputus.

Para atlet tim Piala Thomas yang mengetahui kabar pemangkasan tersebut pun kecewa. Salah satunya Hendra Setiawan yang menilai PBSI seharusnya sudah punya anggaran dan alokasi masing-masing.

Merespons hal tersebut, Agung menegaskan jika semua persoalan sudah rampung diselesaikan. PBSI disebutnya telah bertemu dengan pemain dan mereka telah menerima bonus tersebut, bahkan dalam porsi terbesar.

Hanya saja, Agung mengingatkan di balik sukses pemain ada peran dari pelatih dan tim pendukung. "Tidak ada atlet yang bisa berprestasi tanpa kehadiran pelatih, juga jangan lupakan dukungan tim ofisial. Cuma, tetap porsi yang terbesar tentunya diberikan kepada atletnya," kata Agung dalam rilis PBSI, Selasa (11/1/2022).

"Persoalan bonus sudah selesai. PBSI sudah kumpul dengan teman para pemain. Mereka sudah ketawa-ketawa. Memang selama ini banyak berbagai macam cerita-cerita ngawur. Saya paham itu cerita muncul dari mana," tutur Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia.

Sehubungan itu, Agung juga sekaligus menegaskan bahwa hal terkait apresiasi dari pemerintah lewat Kemenpora dan BNI selaku sponsor utama, pihaknya cukup transparan dan nanti akan ada laporan yang diaudit.

"Dan yang pasti, tidak ada satupun pengurus ini yang ikut menikmati hadiah tersebut," sebut Agung.

(mcy/krs)