ADVERTISEMENT

Pelti Berjuang Jadi Tuan Rumah Davis Cup, Tunggu Kabar Baik KOI

Mercy Raya - Sport
Rabu, 19 Jan 2022 13:51 WIB
Tim Indonesia di Piala Davis 2019. M Rifqi kalah di game pertama dari Selandia Baru
PP Pelti masih berharap Indonesia menjadi tuan rumah Piala Davis pada Maret depan. (Foto: Mercy Raya/detikSport)
Jakarta -

PP Pelti berharap Indonesia tetap menjadi tuan rumah Piala Davis pada Maret 2022. Soal karantina, mereka menunggu hasil positif pertemuan KOI, Kemenpora, dan Kemenkes.

Hal itu disampaikan Ketua Umum PP Pelti Rildo Anwar, yang menyebut telah merespons surat ITF terkait ketersediaan Indonesia menjadi tuan rumah laga playoff world grup II.

ITF seperti diketahui menyurati PP Pelti dan mengatakan keberatannya soal karantina selama tujuh sampai 10 hari yang harus dilakukan atlet. Mereka meminta karantina tidak lebih dari 36 jam.

ITF kemudian meminta jawaban hingga 19 Januari ini terkait keputusannya. Jika tidak, maka pihaknya akan menunjuk Venezuela atau tempat netral sebagai lokasi pertandingan.

"Kami (PP Pelti) sudah menjawab surat itu pada 18 Januari kemarin. Kami mengatakan tetap bersedia menjadi tuan rumah Piala Davis karena kami telah berkoordinasi dengan Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Bapak Okto (Raja Sapta Oktohari, Ketum KOI) akan paparan di depan Satgas COVID-19 hari ini pukul 14.00 WIB nanti," dia mengungkapkan.

"Jadi kami tetap jawab ke ITF bersedia menjadi tuan rumah. Namun, untuk sistem karantina sedang dibicarakan menyesuaikan dengan keinginan ITF Tinggal nunggu keputusan nanti," imbuhnya.

"Tapi ini bukan khusus tenis saja, tapi bulutangkis yang sudah pernah melaksanakan sistem bubble, dan MotoGP Mandalika yang berlangsung Maret nanti. Ya, kami berupaya."

KOI sendiri telah mengusulkan kepada pemerintah agar dapat memberikan kebijakan terkait diskresi karantina terhadap pelaku olahraga yang datang dari luar negeri.

Hal itu disampaikan Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari usai bertemu Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Senin (17/01). Pihaknya juga telah menyampaikan kepada Menpora Zainudin Amali secara resmi melalui surat bernomor 1.12.3/NOC-INA/PRE/2022 yang ditandatangani Okto pada 12 Januari.

Surat berisi tentang tindak biosecurity pencegahan penyebaran COVID-19 di Indonesia pada penyelenggaraan event olahraga Internasional di Indonesia serta keikutsertaan atlet-atlet Indonesia di setiap event olahraga Internasional.

Umpama Satgas COVID-19 tak menyetujui, Rildo mengutarakan, akan menyerahkan semua kepada ITF. "Nanti yang pilih ITF. Kami akan lihat jika Venezuela karantina juga sama seperti kita, berarti harus digelar di tempat netral," ujarnya.

(mcy/cas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT