Tanda Tanya Kontrak Pelatih Indonesia di Asosiasi Bulutangkis Malaysia

Mercy Raya - Sport
Kamis, 27 Jan 2022 14:11 WIB
BIRMINGHAM, ENGLAND - MARCH 10: A shuttlecock is seen on the court in between games during Day 6 of the Yonex All England Badminton Open at NIA Arena on March 10, 2013 in Birmingham, England. (Photo by Ben Hoskins/Getty Images)
Foto: Ben Hoskins/Getty Images
Jakarta -

Setelah ramai-ramai sanksi buat juara All England Lee Zii Jia, Asosiasi Bulutangkis Malaysia (BAM) kembali diterpa keriuhan terkait kabar mendepak tiga pelatihnya, termasuk asal Indonesia.

Mereka ialah pelatih tunggal putra Tey Seu Bock, pelatih kepala tunggal putri Indra Wijaya, dan pelatih kepala ganda campuran Paulus Firman. Indra Wijaya dan Paulus Firman adalah pelatih asal Indonesia.

Hal itu terjadi usai mantan pelatih kepala ganda putri Chan Chong Ming mengajukan pengunduran dirinya untuk mencari peruntungan baru pada tahun lalu.

Namun, dalam sebuah pernyataan, BAM membantah tegas tudingan tak memperpanjang kontrak ketiga pelatihnya tersebut.

"Saat ini evaluasi menyeluruh terhadap staf pelatih dan para pemain masih berlangsung, sejalan dengan struktur kepelatihan yang akan disederhanakan dan diubah," kata BAM, seperti dikutip dari laman New Straits Time.

Di sisi lain, China Press justru mengabarkan pelatih asal Indonesia Indra Wijaya telah mengajukan surat pengunduran diri. Lagi-lagi BAM membantah kembali laporan tersebut.

Melalui Sekretaris Jenderal BAM Datuk Kenny Goh, BAM menegaskan tidak menerima surat pengunduran diri dari pelatih mana pun. "Kabar Indra mengundurkan diri itu tidak benar, karena saya tidak menerima apa-apa."

BAM sebelumnya telah mendatangkan legenda ganda Indonesia Rexy Mainaky untuk mengisi jabatan sebagai direktur kepelatihan bersama Wong Choong Hann pada tahun lalu.

Baik Choong Hann dan Rexy diminta untuk meninjau penampilan para pemain dan pelatih, sebelum akhirnya mereka mempresentasikan laporannya pada akhir bulan ini.

Adapun pelatih nasional lainnya yang juga dalam pemantauan yaitu pelatih tunggal putra Hendrawan dan K. Yogendran, pelatih tunggal putri Loh Wei Sheng, pelatih ganda putra Flandy Limpele dan Tan Bin Shen, pelatih ganda putri Hoon Thien How, serta pelatih ganda campuran Teo Kok Siang.

Polemik BAM dengan Lee Zii Jia

Hal ini menambah sorotan terhadap BAM, yang baru-baru ini juga menjatuhkan hukuman larangan bertanding di turnamen internasional selama dua tahun kepada juara All England 2021 Lee Zii Jia.

Hukuman ini jatuh setelah Lee Zii Jia mundur dari Timnas pada 11 Januari lalu. Pemain peringkat ketujuh dunia itu memilih untuk melanjutkan kariernya sebagai pemain independen dalam menatap turnamen BWF 2022.

Lee, yang telah bersama tim nasional sejak ia berusia 13 tahun, adalah bintang masa depan Malaysia yang amat diharapkan bisa melampaui Lee Chong Wei.

Pada prosesnya, Lee justru mengaku tak dapat mengatasi ekspektasi dan tekanan sebagai pebulutangkis papan atas negara itu. Ia pun menuturkan keputusan mundur kepada Asosiasi Bulutangkis Malaysia.

Tak berhenti sampai situ, BAM lantas mengeluarkan sanksi tak terduga kepada Lee Zii Jia, yakni larangan bertanding selama dua tahun di turnamen internasional.

(mcy/krs)