Pebulutangkis China Diduga Lakukan Match Fixing, Lawan Pemain Indonesia

Mercy Raya - Sport
Sabtu, 12 Feb 2022 16:20 WIB
TOKYO, JAPAN - SEPTEMBER 04: Ayako Suzuki of Team Japan picks up a shuttle with her racket during the Badminton Womens Singles SU5 semi-final against Kaede Kameyama of Team Japan on day 11 of the Tokyo 2020 Paralympic Games at Yoyogi National Stadium on September 04, 2021 in Tokyo, Japan. (Photo by Kiyoshi Ota/Getty Images)
Pebulutangkis China diduga melakukan pengaturan skor. (Foto: Getty Images/Kiyoshi Ota)
Jakarta -

Dugaan pengaturan skor pada bulutangkis kembali terjadi. Kali ini melibatkan pemain ganda putra China Di Zijian pada pertandingan melawan pemain Indonesia di Denmark Open 2021.

Kabar itu muncul setelah mantan kekasih Di Zijian menerbitkan sebuah tangkapan layar percapakannya dengan pemain berperingkat 43 dunia tersebut.

Dalam laman Badminton Planet, dijelaskan bagaimana pasangan Wang Chan di sektor ganda putra bulutangkis itu melakukan pengaturan skor saat menghadapi Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana di babak pertama turnamen BWF World Tour Super 1000 pada 19 Oktober lalu.

Di Zijian disebut hanya perlu kalah di set pertama untuk mendapatkan uang sebesar 100 ribu yuan seperti yang dijanjikan kepadanya.

"Saya akan kalah di set pertama di pertandingan pertama. Saya bisa mendapatkan hingga 100 ribu ditambah renminbi. Setelah itu, saya akan bermain lebih serius. Jika menang, saya akan menang. Tapi jika kalah, ya kalah," kata Zijian.

Mantan kekasih Di Zijian yang tak disebutkan namanya tersebut menanggapinya dengan pertanyaan lain, "Jadi kamu akan bermain tiga gim?"

"Ya (akan bermain tiga gim). Artinya jika saya menang di gim kedua, maka saya hanya perlu memenangkan lagi di gim ketiga," Di Zijian menjawab. Ketika ditanya siapa lawannya, Di Zijian menjawabnya dengan menulis dari Indonesia. "Dari Indonesia, lumayan lah."

Meskipun benar keesokan harinya Di Zijian/Wang Chan menghadapi Fikri/Bagas, faktanya ganda China itu kalah dua gim langsung dengan skor telak 6-21 di gim pertama, dan 19-21 pada gim berikutnya.

Sampai berita ini diturunkan, belum diketahui apakah benar kabar pengaturan skor tersebut. Di Zijian/Wang Chan sendiri merupakan salah satu pasangan putra yang berpotensi bagi kemajuan bulutangkis China, setelah Li Junhui memutuskan pensiun.

Adapun sebelum muncul kabar Di Zijian, pada November tahun lalu, dua pebulutangkis China yakni Zhu Ju hao dan Zhang Bin Rong juga kedapatan melanggar kode etik BWF terkait match fixing.

Zhu Junhao yang berpasangan dengan Hua Xiaobei kalah dari Li. KHIM wah/Lee Zhi Qing (Malaysia) dengan skor 19-21, 21-19, 21-13 di babak kualifikasi kedua Orleans Masters 2019.

Sementara Zhang Bin Rong dinilai memanipulasi pertandingan pada kompetisi internasional 2019. Mereka saat ini telah menghukum keduanya untuk terlibat dalam bulutangkis selama dua tahun.



Simak Video "Ogah Cuma Jadi Pajangan, Taufik Hidayat Mundur dari PBSI"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/cas)