Performa Jonatan Christie dkk Dikritik, Ini Tanggapan Pelatih

Mercy Raya - Sport
Sabtu, 23 Apr 2022 12:50 WIB
Indonesias Jonatan Christie reaches for a return against Chinas Weng Hongyang during their mens singles final match at the Korea Open Badminton Championships in Suncheon on April 10, 2022. (Photo by Jung Yeon-je / AFP)
Performa Jonatan Christie dkk Dikritik, Ini Tanggapan Pelatih (AFP)
Jakarta -

Performa Jonatan Christie dkk menuai kritikan tajam para legenda bulutangkis setelah prestasi mereka menurun dalam setahun belakangan. Pelatih Tunggal Putra Irwansyah menerima itu sebagai cambukan untuknya.

Deretan legenda bulutangkis Taufik Hidayat, Lim Swie King, dan Alan Budikusuma seperti diketahui menyoroti prestasi minor para juniornya.

Jonatan Christie Cs dinilai belum memuaskan lantaran tak mampu merebut gelar juara terutama di turnamen individu level 1000. Satu-satunya gelar individu diraih mereka di level 300 Swiss Open 2022 melalui Jonatan Christie.

Sementara Anthony Ginting harus puas keluar sebagai semifinalis. Bahkan Shesar Hiren Rhustavito tak lebih baik prestasinya. Ia langsung tersingkir di babak pertama.

Legenda bulutangkis Liem Swie King bahkan menilai Jonatan Christie dkk belum mencapai kelas dunia. Sekalipun, mereka kini berada di jajaran top 10 ranking dunia. Anthony Ginting berada di peringkat kelima dunia, sedangkan Jonatan di urutan ke-8, dan Shesar berada di ranking ke-24.

Menanggapi itu, Pelatih Tunggal Putra Indonesia Irwansyah menerima dengan terbuka dengan kritikan yang dilontarkan kepada dirinya dan atletnya.

"Saya tidak masalah dengan kritik dari para legenda tunggal putra. Mereka berhak untuk berbicara seperti itu," kata Irwansyah kepada detikSport, Sabtu (23/4/2022).

"Bagi saya dan ini juga saya sudah sampaikan kepada anak-anak bahwa ini bukan kritik. Ini adalah motivasi untuk terus menjadi lebih baik dan anak-anak sepemikiran dengan saya. Jadi kami ingin membuktikan," lanjutnya.

Tak hanya soal prestasi, ketiadaan pelatih tunggal putra juga menjadi pertanyaan, mengingat Thomas Cup sudah di depan mata.

Sebagai catatan, tunggal putra utama saat ini diarsiteki Irwansyah. Ia secara otomatis menjadi pelatih tunggal setelah Hendry Saputra, pelatih kepala tunggal putra Pelatnas sebelumnya, tak diperpanjang masa kerjanya oleh PBSI. Ia digeser selepas tujuh tahun menjabat posisi tersebut.

"Jujur, sejak saya memegang tunggal putra ini memang ada pola latihan atau permainan yang saya ubah. Tapi perlu waktu untuk melihat hasilnya. Sekali lagi apa yang mereka katakan tidak salah, itu benar-benar jadi cambukan bagi saya," kata Irwansyah.

(mcy/aff)