Taufik Hidayat: Jangan Bilang Juara Bulutangkis Kalau Belum...

Afif Farhan - Sport
Selasa, 21 Jun 2022 15:45 WIB
LONDON, ENGLAND - JULY 31:  Taufik Hidayat of Indonesia looks on during his Mens Singles Badminton match against Pablo Abian of Spain on Day 4 of the London 2012 Olympic Games at Wembley Arena on July 31, 2012 in London, England.  (Photo by Julian Finney/Getty Images)
Taufik Hidayat: Jangan Bilang Juara Bulutangkis Kalau Belum... (Foto: Julian Finney/Getty Images)
Jakarta -

Taufik Hidayat beberkan betapa prestisius medali emas Olimpiade bagi seorang pebulutangkis. Kalau belum menangi Olimpiade, jangan bilang sudah juara!

Taufik Hidayat hadir sebagai bintang tamu di podcast The Badminton Experience. Podcast-nya pebulutangkis asal Denmark, Anders Antonsen dan Hans-Kristian Solberg Vittinghus.

Dalam podcast berdurasi 49 menit itu, Antonsen dan Hans banyak bertanya soal masa-masa jayanya Taufik Hidayat. Tak ayal, Taufik Hidayat adalah legenda bulutangkis dunia dari Indonesia.

Bahkan Antonsen dan Hans mengaku, mereka berdua nge-fans sama Taufik!

Ada satu topik menarik ketika mereka membahas soal Olimpiade Athena 2004. Itulah momen ketika Taufik Hidayat raih medali emas.

"Jika Anda menangi banyak gelar tanpa pernah menangi medali Olimpiade, Anda akan merasa kecil," ungkap Taufik.

"Tapi kalau sekali saja menangi Olimpiade...," tambahnya sambil membusungkan dada.

ATHENS - AUGUST 21:  (L-R) Seung Mo Shon of Korea (silver), Taufik Hidayat of Indonesia (gold) and Soni Dwi Kuncoro of Indonesia (bronze) celebrate after receiving medals  for the men's singles badminton event on August 21, 2004 during the Athens 2004 Summer Olympic Games at Olympic Hall in the Goudi Olympic Complex in Athens, Greece. (Photo by Jonathan Ferrey/Getty Images)Taufik Hidayat (tengah) saat memenangi medali emas Olimpiade Athena 2004 (Getty Images/Jonathan Ferrey)

Taufik Hidayat mengungkapkan, dirinya bersyukur pernah menangi emas Olimpiade. Di tahun 2000 Olimpiade Sydney, Taufik sebenarnya punya kans, tapi nasib berkata lain.

"Ketika itu bahkan saya ada di peringkat satu dunia dan mungkin terlalu percaya diri, saya kalah dari Ji Xinpeng di perempatfinal," ungkapnya.

"Lalu (Olimpiade 2004-red), Lin Dan kalah di babak pertama, wah saya senang. Lalu saya melaju, babak pertama, perempatfinal, final," tambahnya.

"99 Persen kamu harus kerja keras, tapi sisanya adalah takdir Tuhan. Kalau Tuhan berkata tidak, ya tidak. Ketika Olimpiade 2004, saya beruntung, saya tidak percaya bisa memenanginya," tambahnya.

Simak Video: Ogah Cuma Jadi Pajangan, Taufik Hidayat Mundur dari PBSI

[Gambas:Video 20detik]



(aff/adp)