BWF Buka Peluang Tukar Jadwal Indonesia Open dan Indonesia Masters

Mercy Raya - Sport
Rabu, 22 Jun 2022 20:12 WIB
BIRMINGHAM, ENGLAND - MARCH 10: A shuttlecock is seen on the court in between games during Day 6 of the Yonex All England Badminton Open at NIA Arena on March 10, 2013 in Birmingham, England. (Photo by Ben Hoskins/Getty Images)
Foto: Ben Hoskins/Getty Images
Jakarta -

Federasi Bulutangkis Dunia/Badminton World Federation (BWF) terus berupaya untuk mengatur jadwal turnamen bulutangkis khususnya untuk tahun depan. Termasuk membuka peluang mendahulukan turnamen open kemudian masters, seperti pada Indonesia Open dan Indonesia Masters.

Hal itu disampaikan Dewan BWF Bambang Roedyanto, yang juga Kepala bidang hubungan Luar Negeri PP PBSI. "BWF masih membuat skedul badminton seperti sebelum pandemi lebih dulu. Tapi apakah akan ada perubahan soal Indonesia Open atau Indonesia Masters dulu masih diatur," kata Roedy kepada detikSport, Rabu (22/6/2022).

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepada bidang Pembinaan Prestasi Rionny Mainaky sempat berujar membuka kesempatan untuk mengajukan perubahan turnamen Indonesia Open untuk digelar lebih awal, baru kemudian Indonesia Masters.

Pernyataan itu tak lepas dari hasil minor Indonesia Masters dan Indonesia Open 2022 yang berakhir pekan lalu. Indonesia hanya berhasil memboyong satu gelar lewat ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Ardianto di Indonesia Masters 2022. Sedangkan di Indonesia Open 2022, tak ada satu pun wakil Merah Putih yang menembus babak semifinal.

Menurutnya, hal itu tutur memengaruhi konsentrasi atlet di dua turnamen tersebut. "Tapi kita jangan buat alasan dulu karena kalau masters dulu kita bisa lebih menguasai arena, suasana lapangan. Mungkin jadinya kosentrasinya enggak bisa lama," kata Rionny, dalam jumpa persnya, beberapa waktu lalu.

BWF Perbanyak Turnamen Super 1000

Selain membuka peluang perubahan skedul, BWF faktanya juga telah mengumumkan akan ada lebih banyak turnamen Super 1000, Super 750, dan Super 500.

Rencananya, Malaysia Open akan bergabung dengan All England Open, China Open, dan Indonesia Open sebagai turnamen Super 1000 level tertinggi dalam tur.

Sementara India Open dan Singapura Open telah ditingkatkan statusnya ke Super 750. Sementara China, Denmark, Prancis, dan Jepang yang sebelumnya merupakan tuan rumah turnamen Super 750 tetap mempertahankan statusnya.

Pada turnamen Super 500 menyambut kota tuan rumah dari tiga benua baru dengan turnamen di Australia, Kanada, dan Finlandia, bergabung dengan turnamen di Hong Kong Cina, Indonesia, Korea, Malaysia, Thailand, dan tuan rumah baru tambahan di Jepang.

Dua turnamen Super 100 yang ada telah ditingkatkan ke level BWF World Tour Super 300: HYLO Open dan Orléans Masters. Ekspansi ini didukung oleh investasi yang signifikan dari BWF dan mitra komersial Infront selama empat tahun.

Tuan rumah untuk Final Tur Dunia BWF akhir musim akan diumumkan di kemudian hari. Tuan rumah BWF Tour Super 100 juga akan diumumkan secara terpisah.

"Lebih banyak turnamen memberi kami peluang fantastis untuk meningkatkan jangkauan olahraga di seluruh dunia, tidak hanya di wilayah yang sudah mapan, tetapi juga ke wilayah baru," kata Sekretaris Jenderal BWF Thomas Lund dalam laman BWF.

"Ini juga memungkinkan lebih banyak pemain untuk memasuki sirkuit elit kami dan mendapatkan pengalaman berharga. Kami sangat terdorong oleh banyaknya tawaran berkualitas tinggi yang kami terima dan itu menjadi pertanda baik untuk tur yang lebih besar dan lebih baik selama empat tahun ke depan," tambahnya.

Simak Video: Sedih, Tak Ada Wakil RI di Semifinal Indonesia Open 2022

[Gambas:Video 20detik]



(mcy/krs)