ADVERTISEMENT

Hadapi China di Final Singapore Open 2022, Apri/Fadia Punya Catatan Mantap

Mercy Raya - Sport
Minggu, 17 Jul 2022 14:15 WIB
Apriyani Rahayu, left, and Siti Fadia Silva Ramadanti of Indonesia play against Chinas Zhang Shu Xian and Zheng Yu during their womens doubles final match at the Malaysia Open badminton tournament at Bukit Jalil Axiata Arena in Kuala Lumpur, Malaysia, Sunday, July 3, 2022. (AP Photo/Vincent Thian)
Foto: AP/Vincent Thian
Jakarta -

Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti berpeluang merebut titel juara di Singapore Open 2022. Mereka bawa modal belum pernah terkalahkan atas wakil China.

Di final yang berlangsung Minggu (17/7/2022), Apri/Fadia akan bertemu untuk kali ketiga dengan Zhang Shu Xian/Zheng Yu.

Apri/Fadia melangkah ke partai puncak setelah memenangi laga ketat melawan wakil Thailand Supissara Paewsampran/Puttita Supajirakul lewat duel rubber game dengan skor 19-21, 21-13, 21-19 dalam 65 menit.

Sementara itu, pasangan China itu melaju ke partai pamungkas usai menyingkirkan kompatriotnya, Du Yue/Li Wen Mei, 21-18, 21-18.

Pertemuan mereka untuk kali ketiga tentu merupakan ulangan dari final Malaysia Open 2022. Saat itu, pertarungan dimenangi Apri/Fadia dengan 21-18, 12-21, 21-19.

Selain di Malaysia Open, Apri/Fadia juga memenangkan pertarungan sebelumnya di Indonesia Open atas Zhang Shu Xian/Zheng Yu 21-16, 16-21, 21-18.

Dua kemenangan itu boleh jadi bekal bagi Apri/Fadia mengulang kesuksesan yang sama di final turnamen BWF Super 500 ini. Sekaligus menyegel gelar kedua di turnamen individu pada tahun ini. Sebelumnya, mereka juara di Malaysia Open 2022.

Namun, Apri/Fadia juga harus tetap waspada. Bagaimana pun, pada pertandingan mereka sebelumnya berjalan cukup ketat melawan unggulan kelima tersebut.

Belum lagi, performa Fadia pada babak semifinal Singapore Open kemarin sempat kurang optimal. Hal ini terjadi karena tumit kaki kirinya mengalami cedera. Rasa sakitnya itu sudah dirasakan sejak mengikuti turnamen di Malaysia, tiga pekan lalu. Bahkan, dalam pertandingan tersebut, Fadia sempat mendapat perawatan dokter.

"Tumit kiri saya memang sudah terasa sakit dari Malaysia. Terasa sakit, terutama saat mengambil bola yang datangnya menghentak," kata Fadia sebelumnya dalam rilis PBSI.

"Tetapi, meski sakit saya tetap memaksakan untuk ngotot dan tampil habis-habisan. Maklum sudah tanggung di semifinal, harus memaksakan diri. Saya lupakan rasa sakit untuk merebut poin demi poin. Saya fokus ke permainan saja," tambah Fadia.

(mcy/aff)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT