ADVERTISEMENT

Tahan Sakit di Final, Pengorbanan Siti Fadia Terbayar Gelar Juara

Mercy Raya - Sport
Minggu, 17 Jul 2022 19:45 WIB
Apriyani Rahayu, left, and Siti Fadia Silva Ramadanti of Indonesia play against Chinas Zhang Shu Xian and Zheng Yu during their womens doubles final match at the Malaysia Open badminton tournament at Bukit Jalil Axiata Arena in Kuala Lumpur, Malaysia, Sunday, July 3, 2022. (AP Photo/Vincent Thian)
Siti Fadia Silva Ramadhanti juara Singapore Open 2022 dengan menahan cedera. (Foto: AP/Vincent Thian)
Jakarta -

Siti Fadia Silva Ramadhanti lega bisa menjuarai Singapore Open 2022. Meskipun kondisinya tak 100%, tak lunturkan semangatnya untuk merebut titel juara.

Bersama Apriyani Rahayu, Fadia tampil memukau dalam menghadapi pasangan China, Zhang Shu Xian/Zheng Yu di partai final turnamen BWF Super 500 tersebut. Dalam laga di Singapore Indoor Stadium, Minggu (17/7/2022) siang WIB, Apri/Fadia menang dua gim langsung 21-14, 21-19.

Padahal pada laga semifinal, Fadia sempat mengalami cedera tumit kiri sejak di Malaysia. Bahkan sebelum final lawan unggulan kelima itu, tumitnya belum pulih.

"Bersyukur Alhamdulillah bisa juara. Senang dengan keberhasilan hari ini. Tadi pagi sempat ditanya Koh Didi (pelatih Eng Hian), mau mundur atau tetap main? Saya jawab tetap main, meski tumit kiri saya masih sakit. Saya ngotot dan memaksakan diri tetap main," kata Fadia dalam keterangan tertulisnya.

"Itu karena rasa ingin menang saya begitu besar, sehingga mampu mengalahkan rasa sakit. Saat main, saya seperti tidak ingat kalau kaki saya sakit. Karena ingin menang itu sangat besar, rasa sakit itu seperti hilang," ujarnya.

Fadia memang tak sekalipun menunjukkan rasa sakitnya kepada lawan selama laga berlangsung. Lutut yang dibebat pun tak menghalanginya melakukan pukulan-pukulan mematikan, yang menghasilkan angka untuknya dan Apriyani.

"Tadi dari awal kita sudah fokus satu demi satu angka, dan terus menekan. Lawan pun terpaksa mengikuti pola permainan kita. Selain itu, kami juga bisa membaca pola permainan yang dikembangkan kawan," kata Fadia.

Hal serupa diungkapkan Apriyani. Menurutnya, ia dan Fadia sejak awal memiliki tekad yang sama yakni ingin menjadi juara. Tekad dan visi itu juga yang akhirnya mengantarkan mereka mewujudkan mimpi-mimpi menjadi juara.

"Dari awal mulai berpasangan, saya terus berkomunikasi untuk menyamakan mindset kita. Selalu saya samakan pola berpikir saya dan Fadia, sehingga pada akhirnya bisa terwujud di lapangan dengan tampil sebagai juara," kata Apriyani.

Baik Apriyani dan Fadia pun mempersembahkan gelar Singapore Open 2022 kepada pihak-pihak yang terus mendukungnya.

"Gelar juara ini saya persembahkan untuk PBSI, pelatih, keluarga, dan masyarakat Indonesia, baik yang ada di Singapura maupun di Tanah Air. Tanpa dukungan dan doanya, belum tentu kami bisa juara," ucap Apriyani.



Simak Video "Prilly Latuconsina-Apriyani Rahayu Masuk Forbes 30 Under 30 Asia"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/raw)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT