ADVERTISEMENT

Persiapan Terakhir PBSI Jelang Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2022

Mercy Raya - Sport
Senin, 01 Agu 2022 21:10 WIB
Rionny Mainaky pulang kampung. Setelah bertahun-tahun menangani tim nasional bulutangkis Jepang, dia dipercaya sebagai head coach tunggal putri Pelatnas PBSI. Yuk lihat proses latihan yang dipimpin Rionny.
Persiapan Terakhir PBSI Jelang Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2022 (Foto: Grandyos Zafna/detikSport)
Jakarta -

Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2022 akan mulai tiga pekan lagi, PBSI pun terus menggenjot kesiapan para pemainnya. Bukan lagi soal teknik, tapi...

Indonesia memastikan 16 wakilnya lolos ke Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2022 yang berlangsung di Tokyo, Jepang, pada 22-28 Agustus. Rinciannya, empat wakil dari tunggal putra, dua wakil dari tunggal putri, empat wakil dari ganda putra, tiga wakil dari ganda putri, dan tiga wakil dari ganda campuran.

Kepala bidang Pembinaan Prestasi PBSI Rionny Mainaky mengatakan, perkembangan kesiapan tim Indonesia sangat bagus. Beberapa pemain yang cedera disebutnya telah membaik dan yang sakit sudah oke.

Seperti diketahui, setelah tur Asia Tenggara, beberapa pemain Indonesia tercatat mengalami cedera yang beragam dari betis, pinggang, hingga tumit. Bahkan, PBSI sempat menarik mundur mayoritas pemainnya yang akan tampil di Taipei Open 2022, karena ada pelatih dan pemain yang sakit, hingga akhirnya menyisakan tiga wakil saja. Yaitu tunggal putri Komang Ayu Cahya Dewi, tunggal putra Christian Adinata dan Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay.

"Persiapannya baik, bagus sekali. Anak-anak yang cedera juga sudah membaik. Ini ada tersisa dua pekan lagi untuk mereka lebih fokus lagi dalam persiapan," kata Rionny di GOR Nanggala, Cijantung, Senin (1/8/2022).

"Saya percaya kepada pelatih-pelatih karena melihat hasil kemarin di Malaysia dan Singapura grafiknya naik. Tapi saya sampaikan bahwa Jepang itu tempatnya (sudah) normal. Kita harus kuat dan jangan sampai melakukan kesalahan, polanya harus lebih banyak, karena kalau dari teknik segala macam kita sudah bagus. Tinggal di situ (fisik) saja yang dibenahi," tuturnya.

"Jadi kita fokus ke pelatih fisiknya. Dalam arti, kira-kira apa yang harus ditambah? Apakah kekuatan ototnya supaya (pemain) bisa main dalam tiga gim. Kan kalau dihitung main tiga gim paling lama 1,5 jam. Nah, agar mereka (performa) tidak turun bagaimana, itu yang saya minta tolong ke pelatih fisik dan teknik," lanjutnya.

Di Kejuaraan Dunia Bulutangkis tahun ini, Indonesia mengandalkan ganda putra untuk merebut gelar juara. Terakhir kali, ganda putra merebut gelar di Kejuaraan Dunia 2019 Basel melalui Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.

Sedangkan pada Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2020, kejuaraan tersebut ditiadakan, kemudian digelar kembali pada tahun berikutnya. Namun, PBSI memutuskan menarik mundur seluruh skuadnya karena khawatir dengan varian baru virus COVID-19.

Meski begitu, Indonesia sejauh ini masih tercatat sebagai negara kedua yang mendominasi perolehan gelar, selain China. Tim Negeri Tirai Bambu tercatat sebagai negara paling dominan dengan meraih 67 medali emas. Sedangkan Indonesia, 23 medali emas, diikuti Denmark dan Korea Selatan. Masing-masing mengumpulkan 11 dan 10 medali emas.

Tonton juga Video: Kejutan! Chico Wardoyo Melaju ke Final Malaysia Masters 2022

[Gambas:Video 20detik]



(mcy/aff)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT