ADVERTISEMENT

Taufik Hidayat Pertanyakan Komitmen Kevin Sanjaya-Herry IP

Afif Farhan - Sport
Jumat, 30 Sep 2022 05:35 WIB
Taufik Hidayat
Taufik Hidayat Pertanyakan Komitmen Kevin Sanjaya-Herry IP (Foto: Femi Diah/detikSport)
Jakarta -

Legenda bulutangkis Taufik Hidayat tanggapi keretakan Kevin Sanjaya Sukamuljo dan pelatih Herry IP. Mengapa baru sekarang semuanya terbongkar? Mana komitmennya?

Keretakan pemain ganda putra Kevin Sanjaya dengan pelatihnya Herry IP bagai petir di siang bolong. Kevin Sanjaya blak-blakan mengaku sudah tidak mau dilatih coach Naga Api.

Herry Ip sudah angkat bicara, kalau sempat membujuk Kevin tapi tak membuahkan hasil. PBSI dikabarkan sedang mencoba untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Taufik Hidayat, sang legenda bulutangkis Indonesia memberi tanggapan atas isu keretakan Kevin Sanjaya dengan Herry Ip. detikSport dengan dua media lainnya menemui Taufik di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (29/9/2022).

Taufik mengaku sedikit kaget atas hal tersebut. Dirinya menekankan, mengapa Kevin Sanjaya baru sekarang mengaku tidak kerasan dilatih Herry IP?

"Lalu Kevin katanya dari dulu, bilang dari 2016. Kenapa Kevin enggak bicara sebelum-sebelumnya. Bicara saja. Kalau orang lihat sekarang, pasti ada pro kontra, saat dia di atas kenapa enggak bicara? Kenapa sekarang saat lagi turun baru bicara, sementara kata Kevin masalahnya sudah lama banget," tambahnya.

"Lalu Herry IP kenapa juga enggak menyelesaikan dari dulu-dulu. Apakah mungkin pas masalahnya dibilang saat Indoneisa Open kenapa enggak dipanggil?" sambungnya.

Dalam wawancara dengan CNN Indonesia, Kevin Sanjaya mengaku merasa diremehkan oleh Herry IP.

"Dari pertama saya masuk Pelatnas Cipayung, saya kayak dianaktirikan, diremehkan terus, dan lain sebagainya oleh dia. Saya kayak tidak pernah dianggap," katanya

"Salah satunya saat race to Olympics 2016, saya tidak diberangkatkan ke dua pertandingan Eropa dan China Open. Saya [bersama Marcus Gideon] finis tidak jauh dari Angga/Ricky, hanya beda 1-2 posisi doang, tetapi masih di 15 besar,"

"Saya tidak diberangkatkan karena menurut dia, saya masih jauh kelasnya. Intinya begitu. Dia selalu meremehkan kita. Saya sama Sinyo. Karena kita kecil, dipandang sebelah mata,"

Kembali ke Taufik Hidayat, dirinya menjelaskan memang pemain dan pelatih bisa-bisa saja dalam situasi yang sulit. Cara menyelesaikannya adalah dengan duduk bareng dan ditengahi oleh PBSI.

"Ya sudah lah, duduk bareng, saling legawa apa kesalahannya. Kalau saling salah-salahan, pasti keduanya merasa benar. Tapi pasti keduanya juga punya kesalahan, entah pelatih atau pemain punya ego masing-masing," paparnya.

"Jika komitmen dari awal sampai akhir (Kevin/Marcus minta dilatih Herry IP-red), ya sudah. Kalau di tengah jalan terjadi apa-apa, ya harus komitmen juga dong," lanjutnya.

"Jangan sampai ini rusak di tengah jalan. Kamu punya potensi dan prestasi, dirusak sama hal-hal yang nothing, apalagi mereka sudah dewasa dan tahu apa yang harus dilakukan," pungkasnya.

(aff/ran)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT