Jonatan Christie Ingin Tuntaskan Dahaga Juara Indonesia Open

Jonatan Christie Ingin Tuntaskan Dahaga Juara Indonesia Open

Mercy Raya - Sport
Selasa, 14 Apr 2026 17:50 WIB
Jonatan Christie
Foto: Dok. PP PBSI
Jakarta -

Jonatan Christie bertekad mengukir tinta emas di turnamen Indonesia Open 2026. Ia ingin menuntaskan rasa penasarannya karena selalu gagal dalam 10 kali keikutsertaannya.

Jojo, sapaan karibnya telah tampil di Indonesia Open sejak 2015. Saat itu, Indonesia Open masih berstatus BWF Superseries atau Grand Prix. Indonesia Open kemudian berubah menjadi BWF World Tour sejak 2018 hingga saat ini.

Sepanjang itu, hasil terbaik Jonatan di Indonesia Open yakni mencapai semifinal pada tahun 2021. Setelah itu, dia lebih banyak tersingkir di babak-babak awal, termasuk edisi terakhir. Jonatan kalah di babak kedua.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pasti ada rasa penasaran itu sendiri karena di Indonesia Open belum pernah (juara). Itu juga yang jadi salah satu target pribadi saya," kata Jonatan dalam jumpa persnya di kawasan Thamrin, Selasa (14/4/2026).

"Indonesia Open salah satu terbaik di dunia. Saya sangat berharap bisa mendapatkannua. Mudah-mudahan bisa mendapatkannya tahun ini," tuturnya.

ADVERTISEMENT

Bicara soal atmosfer Istora, juara All England 2024 ini terakhir kali tampil pada Juni tahun lalu. Jonatan absen di Istora, saat menyelenggarakan Indonesia Masters Januari 2026.

"Istora dari dulu enggak pernah berubah karena punya magisnya sendiri dengan penonton luar biasa. Saya kira Istora tak bisa digantikan stadion lain, walaupun dilihat enggak besar tapi punya aura tersendiri dan khas. Dulu saya nonton sebelum main di Istora dulu sama sekarang feel-nta sama. Angker lah. Jadi bagi saya Istora tak bisa digantikan," ujar Jonatan.

"Ya gambarannya karena tahun ini belum main nih di Istora, tapi balik lagi seperti yang saya katakan, target utama Indonesia Open ini. Jadi pasti sangat dipersiapkan 100 persen dari segala sisinya karena ingin mendapat hasil terbaik," tutur Juara Asia 2024 ini.

"Untuk tahun lalu mungkin terhenti di babak-babak awal, ya yang berlalu biar jadi pelajaran dan tahun ini pasti berbeda. Mungkin juga nanti atmosfer di lapangan berbeda jadi fokus dengan apa yang di depan saja," tegasnya.

(mcy/aff)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads