Sebelumnya, dugaan kuat adanya skandal pengaturan hasil baru berhembus di dunia tenis putra. Legenda tenis putri Billie Jean King bahkan berani menyatakan tak ada satu pun petenis putri yang terlibat aksi kotor semacam itu.
Namun fakta berseberangan muncul melalui Scott. Kepada Sportsmail dan dilansir This Is London, Jumat (7/12/2007), Scott mengungkapkan bahwa banyak pendekatan dilakukan oleh sejumlah pihak yang ingin mengatur hasil pertandingan. "Kami didatangi beberapa pemain yang memberitahu bahwa mereka didekati dan diminta mengalah," tutur Scott.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami memberi perhatian khusus untuk Rusia. Ada banyak aktivitas (tenis) di sana. Tapi Rusia bukanlah satu-satunya negara," imbuh Scott.
Yang melegakan, Scott menjamin bahwa skandal itu tidak meluas. "Para pemain sangat bertanggungjawab. Mereka datang kepada kami dan bukan ke media," tambahnya.
Satu-satunya dugaan skandal di tenis putri yang sempat muncul ke permukaan terjadi pada September lalu. Saat itu rumah taruhan Betfair menunda pembayaran untuk taruhan yang melibatkan partai Mariya Koryttseva (Ukraina) vs Tatiana Poutchek (Belarusia) di Sunfeast Open di Kalkuta, India.
WTA Tour sudah membentuk unit khusus untuk menyelidiki persoalan ini. Diharapkan hasil temuan tim khusus ini sudah bisa dipublikasikan sebelum dimulainya rangkaian kompetisi tahun 2008.
Foto: Larry Scott (tengah) dan petenis-petenis putri (istimewa) (arp/key)











































