Demikian ditegaskan bintang asal Rusia itu menjelang turnamen Grand Slam pertama tahun ini, Australia Terbuka, yang mulai digelar awal pekan ini, yang mana ia ditempatkan sebagai unggulan kelima.
Tahun lalu Sharapova berhasil masuk final sebelum dikalahkan Serena Williams. Kini, dengan dirinya yang terus berkembang, ia tentu berharap mampu menorehkan prestasi-prestasi yang semakin baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya berkali-kali mengatakan bahwa saya masih 20 tahun. Saya pikir ini bukanlah puncak karir saya. Masih banyak musim yang akan datang, dan saya akan belajar dari semua pengalaman di tahun-tahun itu," sambungnya dalam jumpa pers di Melbourne, Sabtu (12/1/2008).
Di turnamen ini Sharapova menunjuk Justin Henin sebagai "favorit besar", sedangkan Serena dan saudaranya, Venus Williams, juga merupakan ancaman besar untuk meraih gelar juara.
Namun demikian, istilah menyerah sebelum bertarung tidak ada dalam kamus Sharapova. Dia berprinsip akan terus berusaha sampai pertandingan benar-benar selesai.
"Saya sudah pernah membuktikannya. Jadi, saya rasa Anda tak mungkin tidak memperhitungkan saya," tukasnya seperti dikutip AFP.
"Tak peduli Anda percaya diri atau tidak, ada di ranking berapa, saya adalah kompetitor tertangguh. Saya tak pernah meninggalkan lapangan tanpa mengerahkan kemampuan 100 persen. Saya pikir itulah sebabnya saya memperoleh banyak respek dari fans dan penonton. Saya suka melakukan itu."
Sharapova, yang sering dibekap cedera bahu di tahun 2007, di babak pertama ditantang pemain non-unggulan Jelena Kostanic Tosic. Jika mulus, ia diperkirakan bertemu mantan pemain nomor satu dunia Lindsay Davenport, juara di Melbourne di tahun 2000.
(a2s/key)











































