sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Sabtu, 30 Jun 2018 15:52 WIB

Prediksi Saleh Husin: Final Dini dan Dukungan pada Brasil

Doni Wahyudi - detikSport
Foto: Reuters Foto: Reuters
Jakarta - Mantan Menteri Perindustrian Saleh Husin punya prediksi fase knock out Piala Dunia 2018. Bakal ada final dini, meski Brasil diyakininya bakal bertahan.

Sebanyak 48 pertandingan babak fase grup Piala Dunia 2018 di Rusia telah usai dan para tim sudah bersiap menghadapi babak 16 besar. Selama dua pekan, penggemar si kulit bundar sudah disuguhi rangkaian drama hasil pertandingan yang membuat peta turnamen bola paling akbar berubah dari perkiraan semula.

Paling mencolok adalah tim juara bertahan Jerman yang pulang lebih awal, dilibas Meksiko dan takluk oleh Korea Selatan. Kejutan lainnya adalah negara 'kecil' Islandia menahan imbang Lionel Messi cs. Bintang Barcelona itu juga gagal mengeksekusi tendangan penalti.



Selain itu, tak ada satupun wakil Afrika yang melaju ke babak berikutnya. Mesir, Maroko, Nigeria, Senegal dan Tunisia mesti angkat koper lebih dulu.

Kejutan demi kejutan itu juga dicermati oleh mantan Menteri Perindustrian Saleh Husin yang juga penggemar sepak bola dan futsal. Pendukung timnas Brazil ini menilai hasil fase grup juga membuat skema pertandingan selanjutnya menjadi menarik.

Tersingkirnya Jerman di fase grup jadi kejutan terbesar di Piala Dunia 2018Tersingkirnya Jerman di fase grup jadi kejutan terbesar di Piala Dunia 2018 Foto: Michael Dalder/REUTERS


Beberapa tim kuat yang awalnya diperkirakan baru bertemu di delapan besar, semi final atau bahkan final, ternyata harus segera berlaga di enam belas besar.

Contohnya, dari pertandingan Belgia dan Inggris yang berakhir dengan skor 1-0, membuat Eden Hazard bakal menghadapi Makoto Hasebe dkk yang memimpin timnas Jepang di 16 besar. Sedangkan Brazil akan bertemu Meksiko.

Skenario prediksi selanjutnya pun dirinci oleh Saleh. Belgia melibas Jepang dan Brazil diharapkan mengalahkan Meksiko. "Setelah melihat hasil Inggris vs Belgia, maka selanjutnya akan terjadi 'real final yang kecepatan' yaitu Brazil melawan Belgia di delapan besar," katanya.



Semula, Saleh berharap kedua negara baru bertemu di laga puncak yang juga disebutnya sebagai final ideal Piala Dunia 2018 ini.

Di laga versus Belgia, Tim Samba diidam-idamkannya tampil sebagai pemenang dan maju ke semi final untuk menghadapi Perancis.

"Di situ (semifinal), mereka akan mengalahkan Perancis. Lalu di final akan berhadapan dengan Inggris yang sebelumnya mengungguli Spanyol. Jadi finalnya adalah Brazil vs Inggris. Amerika Latin melawan Eropa, gaya permainan yang berbeda ini bakal menarik nantinya," ulasnya.

Managing Director Sinar Mas ini juga menyoroti atmosfer pertandingan final kelak. Semangat Inggris tak lain karena bertekad mengembalikan harga diri sebagai negara yang mengklaim sebagai penemu sepak bola modern namun baru sekali juara di tahun 1966.

"Sedangkan Brazil berambisi meraih gelar juara dunia ke enam dan sekaligus menebus kekalahan saat menjadi tuah rumah Piala Dunia 2014 silam. Kali ini, mereka jauh lebih baik, bermain lepas dan cantik. Bravo Brazil!" pungkas Saleh. (din/krs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com