Tendangan penalti gelandang sekaligus kapten Kroasia itu sempat diselamatkan kiper Denmark Kasper Schmeichel di babak perpanjangan waktu laga 16 besar. Dalam kedudukan 1-1, Modric bisa saja memenangkan Kroasia andai hadiah penalti itu bisa dikonversi.
Baca juga: Karena Modric Kapten Sejati dan Pemberani |
Pada prosesnya, pertandingan berlanjut ke adu penalti. Kegagalan penalti sebelumnya tidak memengaruhi Modric yang
kemudian sukses menjaringkan bola ke gawang Schmeichel untuk membantu Kroasia menang dengan keunggulan 3-2.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Luka Modric adalah kapten kami, pemimpin kami, dan dia memperlihatkan tanggung jawab dan keberanian yang hebat setelah dia gagal penalti. Dia kembali mengambilnya saat adu penalti dan berhasil mencetak gol. Itu memperlihatkan kelas yang dia punya," Dalic mengungkapkan di FourFourTwo.
"Itulah perbedaan di antara pemain yang biasa saja dengan seorang pemain seperti Luka. Dia sudah mencetak gol, memang tidak mudah bagi dia, dia tidak menendang dengan lebih baik di saat adu penalti, tapi dia lebih beruntung."
"Itulah yang terjadi ketika Anda berani dan menunjukkan keberanian selama pertandingan. Ya, kalau ada kesempatan lain seperti itu lagi, dia akan melakukan tendangan," Dalic menambahkan.
'Mesin Generator' Kroasia Itu Bernama Modric:
(rin/krs)











































