DetikSepakbola
Kamis 12 Juli 2018, 16:19 WIB

Final Lawan Prancis dan Urusan Kroasia yang Masih Belum Selesai

Okdwitya Karina Sari - detikSport
Final Lawan Prancis dan Urusan Kroasia yang Masih Belum Selesai Foto: Shaun Botterill /Allsport
Jakarta - Finalis Piala Dunia 2018 sudah lengkap. Prancis akan menghadapi Kroasia, yang menjadi laga ulangan semifinal Piala Dunia 1998.

Laga perebutan trofi juara dunia antara Prancis versus Kroasia akan digelar di Stadion Luzhniki, Minggu (15/7) malam WIB. Itu adalah pertemuan pertama kedua tim di Piala Dunia sejak Prancis mengalahkan Kroasia 2-1 di semifinal dua dekade silam.

Pelatih Prancis, Didier Deschamps, akan menjadi 'penghubung' duel besar ini. Jauh sebelum melatih, Deschamps adalah gelandang dan kapten yang memimpin Les Bleus meraih titel juara dunia pertamanya.

Sementara itu sukses Kroasia maju ke partai puncak merupakan suatu kejutan, setidaknya apabila prediksi itu dilakukan di awal turnamen. Mirip dengan laju kejutan Kroasia di Piala Dunia 1998.


Kroasia adalah tim debutan Piala Dunia yang statusnya berangsung-angsur berubah menjadi kuda hitam. Di babak penyisihan, Kroasia finis sebagai runner-up di bawah Argentina-nya Gabriel Batistuta.

Dipimpin Davor Suker, laju kejutan Kroasia berlanjut dengan menyingkirkan Rumania 1-0 di babak 16 besar. Kroasia mulai diperhitungkan setelah secara mengejutkan mendepak tim favorit juara Jerman. Lebih oke lagi, Kroasia menang telak 3-0 dari Jerman yang diisi pemain-pemain top macam Lothar Matthaeus, Oliver Bierhoff, Dietmar Hamannn, Thomas Hassler, Juergen Klinsmann, dan Andreas Koepke.

Ujian besar Kroasia datang di babak empat besar saat menantang tuan rumah Prancis di Stade de France, 8 Juli. Di hadapan 76 ribu pasang mata, pertandingan berakhir sama kuat tanpa gol di sepanjang babak pertama.


Final Lawan Prancis dan Urusan Kroasia yang Masih Belum Selesai

Usai turun minum, Kroasia membungkam publik Prancis. Aljosa Asanovic mengirim umpan lambung dari area lapangan tengah ke depan, yang diselesaikan Suker dengan sepakan kaki kiri tanpa bisa dihentikan Fabian Bartez. Kroasia pun memimpin 1-0 di menit 46.

Keunggulan Kroasia hanya bertahan kurang dari semenit. Prancis langsung merepons untuk menyeimbangkan permainan 1-1. Bekerja sama dengan Youri Djorkaeff, Lilian Thuram bebas di kotak penalti. Sebelum kiper Drazen Ladic bisa menutup ruang tembaknya, Thuram menceploskan bola ke gawang Kroasia.

Prancis bersorak kembali di menit ke-70 saat mencetak gol kedua untuk berbalik unggul. Thuram memberi mimpi buruk bagi Kroasia usai meneruskan umpan Thierry Henry dengan sepakan kaki kanan dari dalam kotak penalti.


Dalam situasi Kroasia tertinggal, pertandingan semakin panas. Prancis dipaksa bermain dengan 10 orang setelah Laurent Blanc diganjar kartu merah wasit Jose Maria Garcia-Aranda asal Spanyol, karena memukul Slaven Bilic dalam situasi tendangan bebas di area bertahan Kroasia.

Zinedine Zidane nyaris memastikan kemenangan Prancis namun aksi individunya di sisi kanan pertahanan Kroasia diakhiri dengan tembakan yang melebar. Sementara itu, Kroasia hampir menciptakan gol penyama tapi digagalkan oleh penyelamatan gemilang Barthez.

Hasil ini mengantarkan Prancis ke final, sekaligus menghentikan kiprah sensasional Kroasia. Tim Ayam Jantan lantas menjadi juara usai mengalahkan Brasil 3-0, sedangkan Kroasia memastikan tempat ketiga dengan kemenangan atas Belanda 2-1.

Atmosfer balas dendam akan menyelimuti Kroasia kala berhadapan lagi dengan Prancis pada akhir pekan nanti. Peluang bagi Kroasia untuk menuntaskan urusan yang belum selesai ini.

"Pada 1998, saya ada di Prancis untuk tiga pertandingan awal sebagai seorang suporter. Semua orang di Kroasia mengingat laga itu, saat Thuram mencetak gol dan kami kalah 1-2. Hal itu menjadi topik bahasan selama 20 tahun terakhir," ungkap kata pelatih Kroasia Zlatko Dalic usai timnya mengalahkan Inggris di semifinal.

[Gambas:Youtube]


(rin/din)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed