Semenjak merobohkan Materazzi dengan kepalanya di Berlin pada malam 9 Juli 2006, legenda hidup sepakbola Prancis itu tak pernah menyatakan penyesalannya, termasuk bahwa akibat itu ia dikartu merah dan Prancis kemudian kalah lewat adu penalti.
Zidane bersikeras bahwa dia menanduk Materazzi demi membela kehormatan keluarganya. Pemain keturunan Aljazair itu menuding bek Inter Milan menghina ibu dan saudara perempuannya dengan ucapan yang tidak senonoh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diterangkan dalam buku berjudul 'The Hidden Face of Zidane' itu, pria berusia 36 tahun itu sempat membahas soal itu dengan sepupunya yang tinggal di Aljazair pada Desember 2006.
Sang sepupu yang bernama Akbou dan bekerja sebagai seorang apoteker itu mengatakan pada Zidane bahwa perbutannya sudah "betul" sebagai reaksi atas provokasi Zidane.
Meski demikian di buku itu terselip sebuah perasaan Zidane, yang selama ini tak pernah terlontar kepada publik. Apa kata dia? "Jangan pernah bilang bahwa aku bertindak benar dengan menanduk Materazzi. Aku tidak merasa demikian dan aku menyesal."
Bagaimana isi lengkap buku 'rahasia' Zidane tersebut? Tunggu saja setelah terbit nanti. Barangkali Materazzi termasuk orang pertama yang akan membelinya. (a2s/krs)











































