Seperti dilaporkan Reuters, Jumat (25/9/2008), Metsu menyetujui kontrak dua tahun dengan otoritas sepakbola Qatar. Ia menggantikan Jorge Fossati yang diputus kontraknya karena faktor kesehatan --Β habis menjalani operasi perut.
Tugas Metsu adalah meneruskan hasil kerja Fossati yang berpotensi bagus karena saat ini memuncaki klasemen Grup Satu babak kualifikasi Piala Dunia 2010 zona Asia. Jika posisi itu bertahan sampai fase tersebut rampung, maka Qatar bisa lolos otomatis ke Afrika Selatan. Laga pertamanya adalah menghadapi tuan rumah Australia pada 15 Oktober.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perpindahan saya dari UEA ke Qatar adalah hal biasa. Saya seorang pelatih profesional dan hal ini wajar-wajar saja," tuturnya tentang babak baru dalam karirnya itu.
Metsu, 54, menorehkan reputasinya ketika membawa Senegal sampai babak perempatfinal Piala Dunia 2002 di Korea-Jepang. Kala itu penampilannya yang atraktif juga memikat perhatian. Dengan rambung ikal panjang, pria Prancis itu dianggap lebih mirip sebagai penyanyi rock ketimbang seorang pelatih sepakbola. Ia juga diidentikkan dengan penyanyi top Kolombia bernama Carlos Vivas.
Metsu, yang menjadi mualaf sejak menikahi seorang wanita Senegal muslim di tahun 2002, sudah dekat dengan sepakbola Arab. Ia pernah menukangi Al Ain, dan mengantarkan klub UEA itu menjuarai Liga Champions Asia untuk pertama kalinya di tahun 2003.
Bersama timnas UEA ia juga mencetak prestasi gemilang. Pada 30 Januari 2007 tim itu dibawanya memenangi Piala Teluk untuk kali pertama.
(a2s/krs)











































