Bila masih ada yang bisa 'disyukuri' adalah Fanz tidak benar-benar kehilangan pekerjaannya. Pria Jerman itu akan tetap bekerja untuk timnas negara komunis itu, namun perannya kini menjadi penasihat.
Kursi pelatih timnas akan diduduki oleh Raul Gonzalez Triana yang juga pernah membesut Kuba sebelumnya. Demikian diumumkan oleh Direktur Teknik William Bennet kepada Reuters.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Washington, dua pemain Kuba, gelandang Pedro Faife dan penyerang Reynier Alcantara, kabur dari hotel tim dan membelot. Kuba langsung menganggap aksi itu sebagai pengkhianatan. Disinyalir, pembelotan itu akibat ketidakpuasan akan kehidupan di Kuba.
Nasib buruk berlanjut ketika di atas lapangan Kuba tak berdaya dan harus takluk dari AS. Tak tanggung-tanggung, AS membabat negara Amerika Tengah itu dengan skor telak, 6-1.
Fanz, yang pernah menjalani karir kepelatihan di kampung halamannya bersama Hannover 96 dan Eintrach Frankfurt, bekerja untuk Kuba pada Februari tahun ini. Tanpa bayaran --Asosiasi Sepakbola Kuba menanggung biaya hidup dan semua pengeluarannya--, Fanz menargetkan Kuba lolos ke Piala Dunia.
Tapi target Fanz itu jauh panggang dari api. Kuba yang terakhir kali lolos ke Piala Dunia 1938, kini duduk di dasar klasemen Grup 1 di bawah AS, Guatemala dan Trinidad & Tobago. Negeri Fidel Castro itu menderita empat kekalahan dari empat partai yang sudah dijalani.
(arp/a2s)











































