Dalam pertandingan yang dihelat di Stadion Maracana tersebut, Brasil memang tampil sangat buruk. Tidak tampak kreativitas serangan yang identikan dengan juara dunia lima kali itu. Robinho cs bahkan terlihat kehilangan akal untuk menembus barisan pertahanan Kolombia.
Siulan dan cemoohan suporter pun tertuju pada Dunga pada saat pertandingan berlangsung. Kursi stadion yang sejak awal tak terisi penuh pun bahkan ditinggalkan penonton sebelum pertandingan usai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Maracana tidak akan melupakannya," ujar harian yang sangat berpengaruh di Brasil, O Globo.
Bahkan lebih ketus lagi, Jornal dos Sports melukiskan permainan Brasil ini tidak berkelas dan sangat membosankan. "Seperti siaran partai politik yang membosankan. Tidak bersinar dan tidak berkelas. Seperti permainan Dunga ketika masih bermain."
Sebenarnya Brasil sudah mempersembahkan dua kemenangan berturut-turut saat melawan Chile dan Venezuela dengan total tujuh gol tercipta. Namun, permainan terbuka dari musuhlah yang disebut-sebut menguntungkan Brasil. Gol-gol itu pun kebanyakan lahir dari sebuah serangan balik, bukan sebuah skema serangan yang biasanya ditunjukkan Kaka cs.
"Brasil yang sekarang adalah tim yang tidak memiliki kreativitas dan tak punya solusi untuk mendobrak lawannya, yang mana hanya berdasarkan pada taktik saja," ujar The Sport Daily.
Brasil kini berada di posisi kedua dengan 17 poin dalam klasemen babak kualifikasi Piala Dunia 2010 zona Amerika Latin. Peringkat pertama dihuni oleh Paraguay dengan 23 poin. Sementara seteru abadi tim Samba, Argentina berada di satu tingkat di bawahnya dengan 16 poin. (a2s/arp)











































