Keinginan pulang kampung itu diutarakan oleh Nakamura kepada Ketua Federasi Sepakbola Jepang Saburo Kawabuchi beberapa saat setelah Celtic berhadapan dengan Manchester United di Liga Champions.
"Dia bilang karena dia punya seorang anak yang akan segera masuk taman kanak-kanak dan dia sudah berusia 30 tahun juga, dia tampaknya telah memutuskan untuk kembali ke Jepang," ujar Kawabuchi kepada Nikkan Sports dan dikutip Reuters.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun proses kepindahan itu belum bisa dipastikan. Pejabat Yokohama mengaku mereka telah menjalin kontak dengan Nakamura tapi tak mereka belum membuat kesepakatan apapun.
"Ada banyak spekulasi, tapi belum ada yang diputuskan. Meski kami telah saling berhubungan, tak ada kemajuan konkret yang bisa kami lakukan di tahap ini," kata perwakilan Yokohama Masanori Hakamada.
Harga 10 juta dolar AS tampaknya jauh berada di luar jangkauan mayoritas klub Liga Jepang (J-League). Bagaimanapun, hal itu bukan menjadi masalah bagi Yokohama yang didukung penuh raksasa otomotif, Nissan.
Nakamura adalah salah satu pemain Asia tersukses di Eropa. Ia menginjakkan kaki di Italia untuk memperkuat Reggina pada 2002. Tak terlalu sukses di sana, Nakamura kemudiah hijrah ke Celtic pada tahun 2005.
Di klub terbaik Skotlandia itulah, Nakamura mereguk banyak sukses. Tiga titel Liga Skotlandia, satu Piala Liga dan satu Piala FA menjadi catatan pemilik tendangan bebas kaki kiri nan maut itu.
(arp/arp)











































